Pemkab Lumajang Hentikan Pembangunan Sekolah di Zona Merah - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung

Pendidikan · 29 Nov 2025 13:34 WIB ·

Pemkab Lumajang Hentikan Pembangunan Sekolah di Zona Merah


 Pemkab Lumajang Hentikan Pembangunan Sekolah di Zona Merah Perbesar

Lumajang, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang resmi menghentikan pembangunan dan pemanfaatan fasilitas pendidikan di kawasan yang ditetapkan sebagai zona merah erupsi Gunung Semeru.

Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis untuk menjamin keselamatan siswa dan tenaga pendidik, sekaligus memperkuat mitigasi jangka panjang di wilayah rawan bencana tersebut.

Keputusan ini semakin menguat setelah SDN Supiturang 2 hilang total akibat material erupsi pada 19 November 2025. Alih-alih membangun kembali di lokasi yang sama, seluruh siswa sekolah tersebut dipindahkan secara permanen ke SDN Supiturang 1, yang berada di wilayah yang dinilai aman dari ancaman erupsi.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan keselamatan peserta didik menjadi pertimbangan utama di balik penghentian pembangunan sekolah di zona merah.

“Wilayah tersebut sudah masuk zona merah. Sekolah tidak boleh lagi berdiri di sana. Semua anak harus belajar di tempat yang benar-benar aman,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025).
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Lumajang segera menambah ruang kelas dan meningkatkan fasilitas pendukung di SDN Supiturang 1 agar seluruh siswa terdampak dapat tertampung dengan layak.

Perbaikan infrastruktur ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan optimal meski dilakukan di lokasi baru.

Indah menekankan bahwa kebijakan penghentian pembangunan sekolah di kawasan rawan erupsi merupakan bentuk mitigasi berkelanjutan yang harus diterapkan secara konsisten.

“Kami tidak akan membangun sekolah lagi di lokasi yang berisiko. Penambahan ruang kelas akan kami sesuaikan dengan kebutuhan agar anak-anak bisa belajar dengan aman,” tegasnya.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lamadjang: Sejarah yang Memilih Menari daripada Dilupakan

28 Juni 2026 - 18:07 WIB

Wabup Lumajang Dorong Lulusan SD Al Ikhlas Terus Kejar Cita-Cita Setinggi Langit

23 Juni 2026 - 11:09 WIB

Belajar Menyeduh Masa Depan dari Robusta Senduro

20 Juni 2026 - 09:31 WIB

Ketua TP PKK Lumajang Dorong Pendidikan Adaptif Hadapi Generasi Alpha

15 Mei 2026 - 17:14 WIB

Seto Mulyadi Ingatkan Orang Tua Cerdas Digital untuk Cegah Kekerasan di Ruang Siber

15 Mei 2026 - 11:24 WIB

Seto Mulyadi: Mendidik Bukan Menghardik, Mengajar Bukan Menghajar

15 Mei 2026 - 11:03 WIB

Trending di Pendidikan