Akses Masih Panas dan Berlumpur, Guru tak Bisa Menjangkau 46 Siswa Terdampak Lahar Semeru - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Pendidikan · 10 Des 2025 18:06 WIB ·

Akses Masih Panas dan Berlumpur, Guru tak Bisa Menjangkau 46 Siswa Terdampak Lahar Semeru


 Akses Masih Panas dan Berlumpur, Guru tak Bisa Menjangkau 46 Siswa Terdampak Lahar Semeru Perbesar

Lumajang, – Upaya guru SDN 3 Jugosari untuk menjangkau 46 siswanya dari Dusun Sumberlangsep terhenti total setelah aliran Sungai Regoyo masih panas, berlumpur, dan dipenuhi material lahar Semeru.

Kondisi itu membuat siswa tak dapat datang ke sekolah untuk mengikuti ujian akhir semester, sementara guru juga tak mampu menembus jalur yang kondisinya sangat berbahaya.

Guru SDN 3 Jugosari, Eri Eliyawati, menjelaskan bahwa ujian akhir semester sudah dimulai sejak Senin (8/12/2025), namun siswa dari Sumberlangsep sama sekali tidak bisa hadir.

“Anak-anak Sumberlangsep tidak bisa ikut ujian. Aksesnya benar-benar tidak bisa dilewati,” katanya, Rabu (10/12/2025).

Material vulkanik yang masih panas serta derasnya aliran Sungai Regoyo tidak hanya memutus akses, tetapi juga membuat upaya penjemputan mustahil dilakukan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang, Ari Murcono, telah meminta sekolah memberi dispensasi khusus bagi seluruh siswa yang terjebak di daerah terdampak.

“Mereka akan tetap mendapatkan hak ujian. Pelaksanaannya akan dibuat terpisah,” kata Ari.

Selain akses yang terputus, sebagian perlengkapan sekolah siswa seperti buku, tas, dan seragam juga hilang setelah tempat penyimpanannya tertimbun banjir lahar susulan.

Orang tua murid, Rohimah, mengatakan anaknya kini tidak lagi memiliki perlengkapannya untuk sekolah.

“Tempat yang kami titipkan buku itu ikut tertimbun. Buku dan seragam anak saya sudah tidak ada,” keluhnya.

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kuota Beasiswa Lumajang Direncanakan Maksimal 100 Mahasiswa

30 Juli 2026 - 15:53 WIB

20 Mahasiswa Gugur, Pemkab Lumajang Salurkan Beasiswa kepada 114 Penerima

30 Juli 2026 - 11:52 WIB

Bupati Lumajang Wanti-wanti Sekolah Cegah Narkoba, Miras, dan Bullying

27 Juli 2026 - 11:29 WIB

Pemkab Lumajang Siapkan Beasiswa Rp6 Juta per Semester, Tambah Kuota 100 Mahasiswa

16 Juli 2026 - 10:33 WIB

Wali Murid Nilai Gerakan Ayah Antar Anak ke Sekolah Perkuat Peran Pengasuhan

13 Juli 2026 - 10:22 WIB

SMK Taruna Jember Jangan Hanya Ganti Seragam, Kurikulumnya Harus Menjawab Kebutuhan Industri

8 Juli 2026 - 12:24 WIB

Trending di Pendidikan