8,67 Persen Warga Jember Masih Hidup di Bawah Garis Kemiskinan, DPRD Siapkan Strategi - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 14 Jan 2026 06:14 WIB ·

8,67 Persen Warga Jember Masih Hidup di Bawah Garis Kemiskinan, DPRD Siapkan Strategi


 8,67 Persen Warga Jember Masih Hidup di Bawah Garis Kemiskinan, DPRD Siapkan Strategi Perbesar

Jember, – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, tingkat kemiskinan di Kabupaten Jember masih tercatat tertinggi di Jawa Timur, dengan persentase 8,67 persen. Angka ini setara dengan sekitar 216 ribu jiwa warga yang masih hidup di bawah garis kemiskinan.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember, Edi Cahyo Purnomo, menekankan pentingnya intervensi yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat untuk mengurangi angka kemiskinan ekstrem.

“Kami memandang angka 8,67 persen ini masih cukup tinggi dan perlu penanganan serius, terutama melalui penguatan ekonomi lokal,” katanya, Rabu (14/1/2026).

Edi menjelaskan, peningkatan pendapatan masyarakat dapat diwujudkan dengan memaksimalkan potensi sektor pertanian dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang sudah menjadi tulang punggung ekonomi Jember.

Di sektor pertanian, Fraksi PDIP menolak alih fungsi lahan produktif dan mendorong verifikasi data lahan secara terbuka dan partisipatif sebagai dasar kebijakan perlindungan lahan pangan berkelanjutan.

Sementara itu, di sektor UMKM, DPRD mendorong percepatan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pemberdayaan dan Pengembangan UMKM.

Tujuan Raperda ini adalah memperkuat akses permodalan, memberikan perlindungan usaha, serta membantu UMKM naik kelas agar mampu membuka lapangan kerja baru.

“Kebijakan ini harus menyasar langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat dan pemberdayaan ekonomi lokal sehingga angka kemiskinan di Jember bisa menurun secara signifikan,” kata Edi.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bayi Laki-laki Diperkirakan Berusia Dua Hari Ditemukan di Warung Gorengan Senduro

4 Februari 2026 - 10:30 WIB

Puluhan Rumah Rusak dan Dapur Ambruk, Banjir Bandang Terjang Jember

3 Februari 2026 - 15:39 WIB

Banjir Bandang Hantam Dua Kecamatan di Jember, Satu Warga Terseret

3 Februari 2026 - 15:28 WIB

Ruang Terbuka Menyusut, Genangan Meningkat, Wajah Pembangunan Kota Jember

3 Februari 2026 - 15:18 WIB

Satu Rumah, Mobil, dan Motor Ludes Terbakar Akibat Kebakaran di Lumajang

2 Februari 2026 - 14:44 WIB

220 Titik Genangan di Surabaya Berkurang Jadi 138, Pemkot Perkuat Sistem Drainase

2 Februari 2026 - 10:01 WIB

Trending di Daerah