Abu Vulkanik Semeru Diduga Pengaruhi Produksi, DKPP Soroti Faktor Cuaca - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 16 Apr 2026 14:47 WIB ·

Abu Vulkanik Semeru Diduga Pengaruhi Produksi, DKPP Soroti Faktor Cuaca


 Abu Vulkanik Semeru Diduga Pengaruhi Produksi, DKPP Soroti Faktor Cuaca Perbesar

Lumajang, – Abu vulkanik dari Gunung Semeru diduga turut memengaruhi produksi dan kualitas durian di Kabupaten Lumajang. Meski demikian, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat menilai faktor cuaca ekstrem tetap menjadi penyebab utama.

Kepala Bidang Hortikultura DKPP Lumajang, Hendra Suwandaru, mengatakan abu vulkanik berpotensi mengganggu proses fotosintesis pada tanaman.

“Secara logika, abu vulkanik bisa menutup permukaan daun sehingga proses fotosintesis tidak berjalan optimal,” katanya, Kamis (16/4/2026).

Menurut dia, kondisi tersebut dapat memengaruhi pertumbuhan hingga proses pembuahan tanaman durian. Dalam beberapa kasus, tanaman bahkan perlu didorong dengan tambahan pupuk untuk membantu proses produksi.

Namun demikian, Hendra menegaskan bahwa faktor cuaca ekstrem memiliki pengaruh yang lebih dominan terhadap kualitas buah. Perubahan suhu yang tidak menentu, termasuk kondisi malam yang terasa panas, dinilai berdampak pada proses pembentukan rasa durian.

“Cuaca ekstrem, terutama perubahan suhu dan kelembapan, sangat memengaruhi hasil buah. Itu yang paling terasa dampaknya,” kata dia.

Ia menjelaskan, kondisi cuaca yang tidak stabil dapat menyebabkan kematangan buah tidak merata. Akibatnya, dalam satu buah durian bisa ditemukan perbedaan rasa, mulai dari manis hingga hambar.

Selain durian, dampak cuaca dan angin kencang juga dirasakan pada komoditas lain seperti pisang. Daun tanaman yang rusak akibat angin memengaruhi proses pertumbuhan buah.

“Kalau daun banyak yang sobek atau rusak, itu juga berpengaruh pada kualitas buah. Hasilnya bisa menurun, misalnya dari 10 kilogram menjadi 6 sampai 7 kilogram,” jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari 4.000 Target CCTV, Baru Sepertiganya Terpasang di Lumajang

5 Juni 2026 - 12:30 WIB

Tercatat Mampu, Merasa Tak Mampu: Kisah Warga Lumajang yang Terjebak Data Desil 10

5 Juni 2026 - 11:11 WIB

Pondasi Rumah Tutup Jalan Desa di Rojopolo, Sengketa Tanah Keluarga Dimediasi

3 Juni 2026 - 09:24 WIB

Soal Nasib Guru Honorer Lumajang, Bupati Janji Cari Solusi

2 Juni 2026 - 10:16 WIB

Dari Lereng Gunung Semeru, Potensi Itu Ternyata Tersimpan di Balik Kulit Pisang

1 Juni 2026 - 10:03 WIB

Pokir DPRD Difokuskan untuk Fasilitas Umum dan Kebutuhan Warga Karangsari

30 Mei 2026 - 21:03 WIB

Trending di Daerah