Jember, – Banjir luapan Sungai Pakis kembali merendam pemukiman warga di Kecamatan Panti, Jember. Luapan air yang deras tidak hanya menggenangi rumah-rumah warga, tetapi juga memutus jembatan antardesa, sehingga aktivitas sehari-hari warga terganggu.
Pantauan pada Minggu (8/2/2026), jembatan di Desa Pakis tampak putus di beberapa titik, membuat warga kesulitan melintas. Banyak warga yang biasa menggunakan jembatan untuk beraktivitas sehari-hari, termasuk anak-anak yang berangkat sekolah, kini harus menempuh jalur alternatif yang lebih jauh dan menantang.
Jalan alternatif tersebut, yang melewati persawahan, dinilai berlumpur dan licin, sehingga sulit dilalui, terutama oleh anak-anak dan orang tua yang membawa kendaraan roda dua.
“Aksesnya cukup sulit dilalui, karena jalan alternatif lain itu berlumpur di tengah persawahan,” ungkap Abdul Wafi, salah seorang warga setempat.
Ia menambahkan, kondisi ini membuat warga membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai sekolah, pasar, maupun fasilitas umum lainnya.
Dampak putusnya jembatan juga menyebabkan belasan kepala keluarga di Dusun Cempaka terisolir.
“Banyak warga yang tinggal di sekitar lokasi jembatan terpaksa menunda berbagai aktivitas, mulai dari berbelanja kebutuhan pokok hingga mengantar anak sekolah. Beberapa warga bahkan terpaksa memikul atau menyeberangkan barang-barang melalui jalur sementara yang berisiko tinggi,” jelasnya.
Luapan Sungai Pakis terjadi setelah hujan deras mengguyur Kecamatan Panti pada Jumat (6/2/2026). Banjir merendam puluhan rumah warga, terutama di sekitar bantaran sungai. Meskipun air saat ini sudah mulai surut, dampak banjir dan putusnya jembatan masih dirasakan warga. “Banyak rumah mengalami kerusakan minor akibat air masuk ke lantai rumah, sementara beberapa lahan pertanian terendam lumpur, mengancam hasil panen yang baru ditanam,” tutrnya.
Warga berharap pemerintah Kabupaten Jember segera melakukan perbaikan jembatan agar akses kembali normal. “Kami berharap jembatan segera diperbaiki, karena hampir semua aktivitas warga di sini tergantung pada jembatan itu,” kata Abdul Wafi.
Tinggalkan Balasan