Bau Belerang Tercium di Banjir Lumajang, BPBD Waspadai Aktivitas Gunung Semeru - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan Jalan Baru Pasrujambe Buka Akses Ekonomi dan Percepat Pertumbuhan Desa

Daerah · 5 Nov 2025 21:53 WIB ·

Bau Belerang Tercium di Banjir Lumajang, BPBD Waspadai Aktivitas Gunung Semeru


 Bau Belerang Tercium di Banjir Lumajang, BPBD Waspadai Aktivitas Gunung Semeru Perbesar

Lumajang, – Warga Lumajang diingatkan untuk tetap waspada setelah aroma belerang tercium di wilayah yang terdampak banjir, salah satunya di Sungai Limpas Regoro, Desa Gindoruso.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang menekankan bahwa bau belerang ini bisa menjadi indikasi meningkatnya aktivitas Gunung Semeru.

Kalaksa BPBD Lumajang, Isnugroho, menjelaskan bahwa munculnya bau belerang kemungkinan berkaitan dengan aktivitas vulkanik Semeru yang sedang meningkat.

Baca juga: Banjir Lumajang, Kepala Desa Minta Bantuan Alat Berat untuk Atasi Luapan Air

“Bau belerang ini tercium di banjir, dan kemungkinan ada kaitannya dengan aktivitas Gunung Semeru. Berdasarkan pantauan tim di Gunung Sawur, aktivitas di Semeru memang meningkat, dan di puncaknya juga terbentuk kubah lava baru,” ujarnya, Rabu (5/11/25).

Isnugroho menambahkan, kondisi ini meningkatkan risiko banjir lahar dingin, terutama jika curah hujan tinggi terjadi di puncak gunung.

Baca juga:Gunung Semeru Erupsi, Polres Lumajang Pastikan Seluruh Unsur Siaga Hadapi Potensi Bencana

“Andai terjadi hujan lebat, kemungkinan banjir lahar dingin bisa terjadi. Semoga saja tidak terjadi, tapi melihat potensi yang ada, risiko itu tetap harus diwaspadai kapan saja,” tambahnya.

Banjir lahar dingin merupakan aliran material vulkanik bercampur air hujan yang bergerak cepat menuruni lereng gunung. Aliran ini bisa membahayakan pemukiman dan infrastruktur di sekitarnya jika terjadi.

BPBD Lumajang menegaskan pihaknya akan terus memantau aktivitas Semeru dan meminta warga tetap waspada, terutama di daerah rawan terdampak.

“Peringatan ini bukan untuk menakut-nakuti, tapi sebagai langkah antisipasi agar warga siap menghadapi kemungkinan terburuk. Kami menghimbau masyarakat untuk tidak mendekati sungai atau jalur aliran lahar, apalagi saat hujan deras,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Silpa APBD Jember Tembus Rp700 Miliar, DPRD Siapkan Evaluasi Besar-besaran OPD

2 Januari 2026 - 16:53 WIB

Senduro Masuk Kategori Mandiri, Bukti Desa Mampu Menjadi Garda Terdepan Pelestarian Lingkungan

2 Januari 2026 - 16:14 WIB

Data Lemah, Pembinaan Minim, Petani Pisang Terjebak Sistem Off Taker

2 Januari 2026 - 15:52 WIB

Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa

2 Januari 2026 - 14:18 WIB

Ganti Ambulans Rusak Berat, Pemkab Lumajang Serahkan 29 Armada Baru ke Desa

2 Januari 2026 - 14:12 WIB

Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial

2 Januari 2026 - 14:02 WIB

Trending di Daerah