BGN Tutup Sementara Enam SPPG di Lumajang, Tiga Dikelola Yayasan yang Sama - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Daerah · 30 Mei 2026 12:49 WIB ·

BGN Tutup Sementara Enam SPPG di Lumajang, Tiga Dikelola Yayasan yang Sama


 BGN Tutup Sementara Enam SPPG di Lumajang, Tiga Dikelola Yayasan yang Sama Perbesar

Lumajang, – Badan Gizi Nasional (BGN) menutup sementara enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Lumajang.

Dari enam unit yang dihentikan operasionalnya, tiga di antaranya tercatat berada di bawah pengelolaan Yayasan Almulk Mustofa Barokah.

Penutupan tersebut merupakan hasil evaluasi yang dilakukan BGN berdasarkan petunjuk teknis tata kelola penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun anggaran 2026 serta hasil pendataan regional Provinsi Jawa Timur yang dilakukan secara berjenjang melalui Kepala SPPG Provinsi Jawa Timur.

Data yang dihimpun menunjukkan enam SPPG yang ditutup sementara meliputi:

SPPG Pasirian Madurejo yang dikelola Yayasan Almulk Mustifa Barokah

SPPG Lumajang Tempeh Pulo oleh Yayasan Berlian Berkah Jaya

SPPG Pasirian Bades oleh Yayasan Ar-Rohmah

SPPG Lumajang Padang Bodang oleh Yayasan Almulk Mustofa Barokah

SPPG Lumajang Sukodono Kebonagung oleh Yayasan Sahabat Ihsan Kur’an

SPPG Lumajang Bulurejo Tempursari yang juga dikelola Yayasan Almulk Mustofa Barokah.

Ketua Satgas MBG Lumajang Agus Triyono mengatakan pemerintah daerah tidak mengetahui secara rinci alasan penghentian operasional enam dapur MBG tersebut.

Menurut dia, keputusan itu sepenuhnya merupakan kewenangan Badan Gizi Nasional melalui mekanisme evaluasi berjenjang.

“Mohon maaf saya tidak mengetahui hal itu. Itu murni hasil evaluasi BGN secara berjenjang melalui Kepala SPPG, koordinasi kecamatan, kabupaten, dan wilayah. Silakan konfirmasi ke BGN,” kata dia, Sabtu (30/5/2026).

Meski demikian, Agus menduga salah satu faktor yang menjadi perhatian dalam evaluasi adalah persoalan tata kelola limbah yang belum memenuhi ketentuan. Ia menyebut terdapat sejumlah mitra pengelola dapur yang belum menjalankan rekomendasi dari instansi teknis terkait standar sanitasi.

“Saya menduga kemungkinan karena tata kelola limbah yang belum sesuai ketentuan. Ada sebagian mitra pengelola dapur yang mengabaikan rekomendasi dari tim Dinkes, DLH, dan DPKP terkait persyaratan SLHS,” ujarnya.

Menurut Agus, penghentian operasional tersebut berpotensi berdampak terhadap kegiatan penyediaan makanan bergizi karena seluruh pembiayaan program bersumber dari BGN.

“Ya jelas. Kecuali kalau mereka pemilik dapur tetap memasak meskipun tidak mendapat anggaran dari BGN. Anggarannya kan dari BGN, jika yang punya anggaran menghentikan ya sah-sah saja,” katanya.

Artikel ini telah dibaca 130 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Sumberlangsep Kembali Terisolasi akibat Banjir Lahar Lahar Hujan Gunung Semeru

2 November 2026 - 12:30 WIB

Bunda Indah Dorong Pariwisata Lumajang Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Usaha Warga

31 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Lumajang Raih Wilwatikta Awards 2026, Bunda Indah Jadikan Penghargaan Motivasi Perkuat Ekonomi

31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Pronojiwo Kembangkan Agrowisata 3 Hektare, Wisatawan Tumpak Sewu Bakal Punya Pilihan Baru

31 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Cegah Stunting di Lumajang, Dinkes P2KB Perkuat Peran Posyandu dan Kolaborasi Desa

31 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bunda Indah Salurkan BLT DBHCHT 2026, Sebanyak 4.293 Warga Lumajang Terima Alokasi Rp600 Ribu

31 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Trending di Daerah