BPBD Lumajang Prioritaskan Gucialit dalam Antisipasi Kekeringan Musim Kemarau 2026 - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 8 Jul 2026 15:12 WIB ·

BPBD Lumajang Prioritaskan Gucialit dalam Antisipasi Kekeringan Musim Kemarau 2026


 BPBD Lumajang Prioritaskan Gucialit dalam Antisipasi Kekeringan Musim Kemarau 2026 Perbesar

Lumajang, – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang menjadikan pengalaman penanganan kekeringan pada musim kemarau sebelumnya sebagai acuan menyusun strategi mitigasi tahun ini.

Salah satu wilayah yang kembali menjadi perhatian adalah Kecamatan Gucialit, yang selama beberapa tahun terakhir tercatat sebagai daerah dengan kebutuhan distribusi air bersih paling tinggi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan pembaruan data terus dilakukan sebelum musim kemarau mencapai puncaknya.

“Kami tidak ingin bergerak ketika masyarakat sudah kekurangan air bersih atau saat kebakaran sudah meluas. Karena itu, mitigasi kami lakukan sejak awal agar ketika puncak musim kemarau datang, pemerintah dan masyarakat sudah sama-sama siap,” katanya, Rabu (8/7/2026).

BPBD sebelumnya memetakan enam kecamatan sebagai wilayah prioritas antisipasi kekeringan, yakni Gucialit, Ranuyoso, Padang, Klakah, Kedungjajang, dan Senduro.

Dari hasil asesmen tersebut, sebanyak 19 desa diidentifikasi berpotensi mengalami kesulitan memperoleh air bersih apabila musim kemarau berlangsung lebih lama.

Menurut Isnugroho, data tersebut menjadi dasar penyusunan langkah mitigasi sekaligus menentukan kebutuhan penanganan di masing-masing wilayah. Karena itu, proses verifikasi terus dilakukan agar distribusi bantuan, termasuk dropping air bersih, tidak meleset dari sasaran.

Ia menambahkan, percepatan penanganan bencana juga bergantung pada keterlibatan masyarakat. Warga diminta segera melaporkan potensi kekeringan kepada pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, maupun langsung kepada BPBD agar asesmen dapat segera dilakukan.

“Bencana akan lebih cepat tertangani apabila semua pihak bergerak bersama. Warga dapat melapor kepada kepala desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas maupun langsung kepada BPBD. Setelah laporan diterima, kami segera melakukan asesmen untuk menentukan langkah penanganan sesuai kondisi di lapangan,” ujarnya.

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Permata Grati Garden Lumajang Bangun Ekosistem Ramah Anak

17 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Agus Triyono Tantang Jenggolo Tape Fest 2027 Lebih Mendunia, Bukan Sekadar Festival Tape Ketan

16 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Sedekah Desa Wonokerto Digelar di Bukit Jenggolo, Warga Berebut Hasil Bumi dan Tape Ketan

16 Agustus 2026 - 19:22 WIB

Sedekah Desa Wonokerto Dikemas Jadi Tape Fest, Pemdes Bidik Event Tahunan di Bukit Jenggolo

16 Agustus 2026 - 19:02 WIB

Tegalan Berisi Cengkeh dan Durian Terbakar di Pasrujambe, Api Berhasil Dipadamkan

16 Agustus 2026 - 00:23 WIB

Wabup Yudha Dorong Pramuka Lumajang Terapkan Konsep Learning, Creating, and Solving

15 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Trending di Daerah