BPRD Lumajang: Semua Kartu Subsidi Kini Bisa Dilacak Digital, Tapi Belum Semua Penambang Mau Pakai Aplikasi - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan Jalan Baru Pasrujambe Buka Akses Ekonomi dan Percepat Pertumbuhan Desa

Daerah · 20 Jul 2025 16:30 WIB ·

BPRD Lumajang: Semua Kartu Subsidi Kini Bisa Dilacak Digital, Tapi Belum Semua Penambang Mau Pakai Aplikasi


 BPRD Lumajang: Semua Kartu Subsidi Kini Bisa Dilacak Digital, Tapi Belum Semua Penambang Mau Pakai Aplikasi Perbesar

Lumajang, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang melalui Badan Pengelolaan Retribusi Daerah (BPRD) telah meluncurkan sistem pemantauan digital untuk mendukung transparansi distribusi barcode subsidi bagi penambang pasir.

Namun, meski sistem telah tersedia dan bisa diakses dengan mudah melalui aplikasi di ponsel, tidak semua penambang pasir memanfaatkannya.

Aplikasi tersebut memungkinkan penambang legal untuk memantau seluruh aktivitas kartu subsidi milik mereka secara real-time.

Baca juga: Pemberhentian Truk Pasir di Candipuro, Aksi Spontan hingga Mediasi di Tengah Ketidakjelasan Regulasi

Di dalamnya, penambang dapat melihat, jumlah kartu aktif, kartu yang belum digunakan, kartu yang sudah disetor ke BPRD, kartu yang sedang dibawa sopir untuk operasional.

“Fungsinya sangat lengkap. Kalau misalnya top-up 100 kartu, penambang bisa tahu sisa kartu di tangan tinggal berapa, yang sudah disetor berapa, yang dibawa sopir berapa. Semua ada di aplikasi,” jelas Plt. Kabid Perencanaan dan Pengendalian Operasional BPRD Lumajang, Dwi Adi Harnowo, Minggu (20/7/25).

Meski aplikasi ini dirancang untuk memudahkan dan mengamankan distribusi barcode subsidi, realitas di lapangan menunjukkan belum semua penambang bersedia menggunakannya.

Baca juga: Rentan Kecelakaan, Pekerja Tambang Pasir Lumajang Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

“Saya akui, tidak semua penambang mau memakai aplikasi itu. Alasannya saya kurang tahu,” ujar Dwi.

Tak hanya memantau penggunaan, aplikasi ini juga terintegrasi dengan sistem verifikasi barcode. Melalui aplikasi di pos checkpoint, petugas bisa memindai barcode setiap kartu untuk memastikan keasliannya dan mengecek sisa saldo.

“Kalau barcode-nya palsu atau saldonya kosong, langsung kelihatan di aplikasi. Sistem ini membantu kami menghindari penyelewengan,” lanjut Dwi.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Silpa APBD Jember Tembus Rp700 Miliar, DPRD Siapkan Evaluasi Besar-besaran OPD

2 Januari 2026 - 16:53 WIB

Senduro Masuk Kategori Mandiri, Bukti Desa Mampu Menjadi Garda Terdepan Pelestarian Lingkungan

2 Januari 2026 - 16:14 WIB

Data Lemah, Pembinaan Minim, Petani Pisang Terjebak Sistem Off Taker

2 Januari 2026 - 15:52 WIB

Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa

2 Januari 2026 - 14:18 WIB

Ganti Ambulans Rusak Berat, Pemkab Lumajang Serahkan 29 Armada Baru ke Desa

2 Januari 2026 - 14:12 WIB

Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial

2 Januari 2026 - 14:02 WIB

Trending di Daerah