Bukti Penimbunan LPG 3 Kg Diumbar ke Kapolres, Bupati Lumajang Beri Ultimatum Pangkalan - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 9 Apr 2026 10:38 WIB ·

Bukti Penimbunan LPG 3 Kg Diumbar ke Kapolres, Bupati Lumajang Beri Ultimatum Pangkalan


 Bukti Penimbunan LPG 3 Kg Diumbar ke Kapolres, Bupati Lumajang Beri Ultimatum Pangkalan Perbesar

Lumajang, – Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan tidak akan menoleransi kelangkaan LPG 3 kg yang belakangan meresahkan masyarakat. Dalam rapat koordinasi daring yang diikuti Sales Branch Manager (SBM) Pertamina Patra Niaga, Hiswana Migas, 17 agen, dan 70 pangkalan LPG.

“Kelangkaan ini hari ini harus terurai. Tidak boleh lagi ada yang menjual LPG di atas harga resmi!,” katanya, Kamis (9/4/2026).

Bukti-bukti berupa foto dan video pelanggaran distribusi telah diserahkan langsung kepada Kapolres Lumajang. Bupati memastikan, pangkalan yang menimbun atau melanggar aturan akan segera ditutup.

“Pak Polres tidak akan tinggal diam. Bukti-bukti baru akan terus dicari. Mulai hari ini, siapa pun yang melakukan penimbunan harus dihentikan,” tegasnya.

Indah juga menyoroti penggunaan LPG melon oleh SPPG untuk keperluan pribadi, yang menurutnya tidak sesuai aturan. Ia menegaskan bahwa pegawai negeri sipil harus menggunakan tabung gas pink untuk kebutuhan rumah tangga, bukan LPG 3 kg yang seharusnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

“LPG 3 kg harus tepat sasaran. Bukan untuk kepentingan pribadi atau dipakai ASN yang gaji dan TPP-nya sudah cukup. Jangan main-main dengan hak rakyat,” katanya.

Langkah tegas ini muncul di tengah kondisi jelang Lebaran, ketika harga LPG 3 kg di pasaran sempat melonjak hingga Rp30–35 ribu per tabung akibat praktik penimbunan. Menurut Bupati, tindakan pangkalan yang sengaja menahan pasokan bukan sekadar soal harga, tetapi juga soal keadilan bagi masyarakat.

“Ini bukan hanya soal harga. Ini soal distribusi energi yang adil. Saya tidak akan diam. Yang main-main dengan distribusi LPG, pangkalannya akan ditutup!,” jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Lumajang Kantongi Bukti Pelanggaran LPG, Pertamina Diminta Tutup Pangkalan Nakal

9 April 2026 - 09:59 WIB

Zoom Darurat LPG, Agen dan Pangkalan Diperingatkan, Harga Tak Boleh Diutak-atik

9 April 2026 - 09:51 WIB

Korban Hilang Baru Dilaporkan Setelah 3 Hari, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

8 April 2026 - 13:48 WIB

Ancaman Kemarau Panjang, Pemkab Lumajang Siapkan Rp50 Miliar untuk Jaringan Air Bersih

8 April 2026 - 07:14 WIB

18 Tahun Mengabdi, Sekejap Terhapus,.Nasib Guru SD Lumajang Diputus lewat BAP yang Dipersoalkan

7 April 2026 - 16:24 WIB

Viral di Facebook, Antrean Gas di Pasirian Lumajang Picu Dugaan Penimbunan

7 April 2026 - 12:11 WIB

Trending di Daerah