Pemerintah Kabupaten Lumajang terus mengembangkan pariwisata Lumajang sebagai peluang pertumbuhan ekonomi baru berbasis potensi lokal. Pemerintah daerah tidak hanya mengejar peningkatan jumlah kunjungan wisata, tetapi juga ingin memastikan sektor pariwisata memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Bupati Lumajang Indah Amperawati menyampaikan hal tersebut saat memberikan Jawaban Pemerintah atas Pandangan Umum Fraksi terhadap Laporan Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Penyampaian itu berlangsung dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lumajang, Senin (15/6/2026).
Bupati yang akrab disapa Bunda Indah menegaskan bahwa pengembangan wisata harus bergerak sejalan dengan pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, destinasi wisata perlu membuka peluang usaha, memperkuat UMKM, dan menciptakan aktivitas ekonomi baru di sekitar kawasan wisata.
Pariwisata Lumajang Harus Beri Nilai Tambah
Bunda Indah menyampaikan bahwa pemerintah daerah tidak boleh melihat pariwisata hanya sebagai urusan destinasi. Pariwisata harus mampu menggerakkan ekonomi masyarakat dan memberi ruang bagi pelaku usaha lokal untuk ikut berkembang.
“Pariwisata harus memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Keberadaan destinasi wisata harus mampu membuka peluang usaha, memperkuat UMKM, dan menciptakan aktivitas ekonomi baru,” ujarnya.
Menurutnya, sektor pariwisata memiliki potensi besar untuk memperkuat ekonomi lokal. Ketika destinasi wisata berkembang, masyarakat sekitar dapat memperoleh peluang melalui usaha kuliner, jasa transportasi, homestay, produk kreatif, hingga oleh-oleh lokal.
Pemkab Lumajang ingin memastikan pertumbuhan wisata tidak hanya menguntungkan destinasi, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi warga. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong pola pengembangan wisata yang melibatkan masyarakat secara aktif.
Tumpak Sewu Jadi Ikon Wisata Unggulan
Salah satu destinasi yang terus mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Lumajang adalah Air Terjun Tumpak Sewu. Destinasi ini telah dikenal sebagai salah satu ikon wisata unggulan Lumajang dan memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan.
Bunda Indah menilai pengembangan destinasi wisata perlu berjalan secara berkelanjutan. Pemerintah daerah harus memperhatikan kualitas pelayanan, pengelolaan yang profesional, aksesibilitas, promosi, serta keterlibatan masyarakat sekitar.
“Kami ingin destinasi wisata berkembang secara aman, tertata, dan berkelanjutan. Masyarakat sekitar harus menjadi bagian penting dari pertumbuhan ekonomi yang dihasilkan sektor pariwisata,” jelasnya.
Melalui pengelolaan yang lebih baik, destinasi wisata dapat memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi pengunjung. Di sisi lain, masyarakat sekitar juga dapat ikut memperoleh manfaat ekonomi dari meningkatnya aktivitas wisata.
Wisata Terintegrasi dengan UMKM dan Ekonomi Kreatif
Selain memperkuat destinasi, Pemerintah Kabupaten Lumajang terus mendorong promosi wisata melalui berbagai kanal digital. Pemkab Lumajang juga memperluas kolaborasi dengan pelaku usaha pariwisata agar potensi daerah dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Bunda Indah menilai pariwisata akan memberi dampak lebih besar jika pemerintah mengembangkannya secara terintegrasi dengan UMKM, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan cara itu, sektor wisata dapat menjadi ruang pertumbuhan bagi banyak pelaku ekonomi lokal.
“Pembangunan pariwisata bukan hanya tentang menghadirkan tempat yang menarik, tetapi bagaimana tempat tersebut membawa manfaat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Melalui pengembangan pariwisata Lumajang yang lebih tertata, berkelanjutan, dan berbasis masyarakat, Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap sektor ini mampu menjadi penggerak ekonomi lokal. Destinasi wisata tidak hanya menjadi tempat kunjungan, tetapi juga menjadi sumber peluang usaha dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Tinggalkan Balasan