Wisata Kopi Jatian Kenongo yang Ramah Lingkungan - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Daerah · 8 Okt 2025 05:50 WIB ·

Bunda Indah Tekankan Pariwisata Berkelanjutan saat Resmikan Wisata Kopi Jatian Kenongo


 Bunda Indah Tekankan Pariwisata Berkelanjutan saat Resmikan Wisata Kopi Jatian Kenongo Perbesar

Lumajang – Bupati Lumajang Indah Amperawati (Bunda Indah) menegaskan pentingnya menjaga kelestarian alam dalam setiap pembangunan wisata. Pesan itu ia sampaikan saat meresmikan Wisata Kopi Jatian Kenongo (KJK) di Hutan Jati, Desa Kenongo, Kecamatan Gucialit, Minggu (5/10/2025).

Menurut Bunda Indah, kesuksesan wisata tidak hanya bergantung pada fasilitas atau jumlah pengunjung. Daya tarik sejati justru lahir dari alam yang terjaga dan memberi pengalaman otentik bagi wisatawan.

“Pembangunan tidak boleh merusak lingkungan. Kelestarian alam adalah roh pariwisata berkelanjutan,” tegasnya.

Wisata Kopi Jatian Kenongo berdiri di tengah hutan jati yang masih alami. Bunda Indah meminta pengelola dan wisatawan menjaga kebersihan serta ketenangan kawasan hutan. Ia juga mengingatkan agar tidak menyalakan musik keras atau melakukan aktivitas yang bisa mengganggu flora dan fauna.

“Hutan jati bukan sekadar tempat rekreasi, tapi rumah bagi banyak satwa dan tumbuhan. Menjaga keseimbangannya adalah tugas kita semua,” ujarnya.

Bunda Indah juga menyoroti nilai ekonomi dari pariwisata berbasis alam. Ia menilai, desa dapat tumbuh secara ekonomi tanpa harus mengorbankan lingkungan.

“Kalau alam rusak, wisata akan mati. Karena itu, pembangunan harus sejalan dengan ekosistem agar ekonomi tumbuh dan alam tetap lestari,” jelasnya.

Kepala Desa Kenongo Slamet Triono menyambut baik arahan tersebut. Ia memastikan seluruh pengelola akan menjaga keaslian hutan sambil mengembangkan atraksi kopi dan edukasi alam bagi pengunjung.

Peresmian ini menandai babak baru pariwisata Lumajang. Wisata Kopi Jatian Kenongo menjadi contoh nyata pariwisata yang menyeimbangkan antara ekonomi, kelestarian, dan pemberdayaan desa.

“Wisata yang maju adalah wisata yang tidak merusak bumi. Mari kita jaga alam ini agar anak cucu kita juga bisa menikmatinya,” tutup Bunda Indah.

Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wabup Lumajang Dorong Masjid Nurul Huda Jadi Pusat Pendidikan Al-Qur’an Anak

8 Oktober 2026 - 10:06 WIB

6 Km Jalan Bergelombang di Lumajang Ditangani, Nilai Kontrak Rp10,92 Miliar

8 Oktober 2026 - 08:48 WIB

Punya Tunangan, Oknum Guru di Lumajang Diduga Masih Selingkuh Dengan Suami Orang

6 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Jalan Jalur Evakuasi Semeru Rusak Belasan Tahun, Lumajang Dapat Anggaran Rp18 Miliar

6 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Kekeringan Lumajang Berlanjut, BPBD Ajukan Tanggap Darurat Tambahan 65 Hari

5 Oktober 2026 - 14:11 WIB

Cabai Rawit Rp75 Ribu per Kilogram, Petani Dapat Harga Tinggi Konsumen Hadapi Beban

5 Oktober 2026 - 12:41 WIB

Trending di Daerah