Bunda Indah RTLH: Gerakan Sosial yang Penting - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 8 Okt 2025 05:54 WIB ·

Bupati Lumajang Dorong Gerakan Sosial Bersama untuk Tangani Rumah Tidak Layak Huni


 Bupati Lumajang Dorong Gerakan Sosial Bersama untuk Tangani Rumah Tidak Layak Huni Perbesar

Lumajang – Penanganan rumah tidak layak huni tidak bisa hanya bergantung pada anggaran pemerintah. Dibutuhkan gerakan sosial bersama yang melibatkan masyarakat secara aktif. Pesan itu kembali ditegaskan Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), saat meninjau rumah milik Bu Siwa (70), seorang janda lanjut usia di Dusun Bulutangkir, Desa Ranuyoso, Selasa (7/10/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Bunda Indah menyerahkan bantuan tunai sebesar Rp10 juta kepada Bu Siwa sebagai dukungan awal untuk memperbaiki rumahnya. Namun, ia menegaskan bahwa nilai utama dari aksi itu bukan hanya bantuan uang, melainkan upaya menumbuhkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat.

“Pemerintah memang hadir dengan bantuan, tapi tidak bisa bekerja sendirian. Kita butuh partisipasi warga, tetangga, dan komunitas untuk bersama-sama peduli. Kalau ada warga seperti Bu Siwa, ayo kita gotong royong membantu tanpa harus menunggu pemerintah,” ujar Bunda Indah.

Menurutnya, pembangunan sosial sejati tidak berhenti pada perbaikan fisik rumah, tetapi juga pada pembangunan kesadaran dan empati antarwarga. Ia menilai, keberhasilan daerah dalam mengurangi kemiskinan sangat bergantung pada solidaritas sosial.

“Gotong royong adalah jati diri bangsa kita. Ketika masyarakat mau saling menolong, maka tidak ada yang terlalu miskin untuk dibantu, dan tidak ada yang terlalu kaya untuk peduli,” lanjutnya.

Pemkab Lumajang kini memperkuat model kolaborasi antara pemerintah daerah, Baznas, dan masyarakat untuk mempercepat perbaikan rumah tidak layak huni. Bunda Indah menegaskan bahwa pendekatan partisipatif ini akan menjamin keberlanjutan program sosial, karena tumbuh dari rasa memiliki masyarakat sendiri.

Di sisi lain, Baznas Lumajang mendukung penuh gerakan sosial tersebut. Sinergi antara zakat, infak, dan sedekah dengan program pemerintah diyakini mampu memperluas jangkauan bantuan sekaligus memperkuat ekonomi warga miskin.

Kehadiran Bunda Indah di Dusun Bulutangkir disambut hangat. Dalam suasana kekeluargaan, ia berdialog dengan warga tentang cara sederhana menumbuhkan kepedulian sosial—mulai dari membantu tenaga, memberikan material, hingga menjaga lingkungan bersama.

Bagi warga, kunjungan itu bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga menyalakan kembali semangat guyub rukun dan kepedulian sosial.

“Kalau kita menunggu anggaran pemerintah, tidak akan cukup. Tapi kalau seluruh warga bergerak, semua jadi ringan. Inilah yang ingin saya tanamkan di Lumajang,” tegas Bunda Indah.

Gerakan sosial berbasis gotong royong ini diharapkan menjadi pondasi pembangunan sosial Lumajang ke depan. Sebab, kesejahteraan tidak hanya lahir dari kebijakan, tetapi juga dari kekuatan hati dan solidaritas antarwarga.

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Ingatkan Penambang Waspadai AMAK 25, Jangan Tunggu Alarm Berbunyi

20 Juni 2026 - 20:14 WIB

Luka Bakar Hampir Seluruh Tubuh, Penambang Semeru Jadi Pengingat Risiko yang Sering Diabaikan

20 Juni 2026 - 14:14 WIB

PLN Tegaskan Pencurian Kabel Tak Terkait Pemadaman Bergilir di Lumajang

19 Juni 2026 - 20:54 WIB

Keindahan Tumpak Sewu Diubah Jadi Karya Batik Khas Lumajang

19 Juni 2026 - 10:45 WIB

Tanpa Pangkas Layanan, WFH Lumajang Justru Hemat Rp 464 Juta

19 Juni 2026 - 09:55 WIB

Tanah Sitaan Diduga Bersertifikat Baru, Dokter Kandungan Dilaporkan ke Polisi

16 Juni 2026 - 20:28 WIB

Trending di Daerah