Penghapusan Label Keluarga Miskin oleh Pemerintah - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 7 Agu 2025 04:54 WIB ·

Bupati Lumajang Izinkan Warga Hapus Label “Keluarga Miskin”, Tegaskan Penghormatan Martabat Sosial


 Bupati Lumajang Izinkan Warga Hapus Label “Keluarga Miskin”, Tegaskan Penghormatan Martabat Sosial Perbesar

Langkah Berani Demi Menghapus Stigma

Pemerintah Kabupaten Lumajang mengambil langkah progresif dengan memperbolehkan warga penerima bantuan sosial menghapus tulisan “keluarga miskin” di dinding rumah mereka. Keputusan ini disampaikan langsung oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), sebagai bentuk penghormatan terhadap martabat sosial warga.

“Silakan hapus sendiri tulisan itu. Sambil berdoa, semoga Allah menghapus juga kemiskinan dari keluarga kita dan menggantinya dengan kemandirian serta rezeki yang lebih baik,” ujar Bunda Indah saat menghadiri Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) di Dusun Sidodadi, Desa Gucialit, Selasa (5/8/2025).

Akhiri Labelisasi yang Memicu Stigma

Tulisan “keluarga miskin” pertama kali diberlakukan sejak tahun 2019. Tujuannya adalah untuk membantu proses verifikasi dan validasi data penerima bantuan seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). Namun, dalam praktiknya, banyak warga merasa terbebani secara psikologis oleh label tersebut.

Kini, Bunda Indah menegaskan bahwa bantuan sosial tidak boleh mengorbankan harga diri.

“Kita bantu karena negara hadir untuk rakyatnya. Tapi jangan sampai label itu meruntuhkan harga diri. Sekarang saatnya kita arahkan mereka untuk bangkit dan mandiri,” tegasnya.

Mendorong Kemandirian Lewat Pendekatan Bermartabat

Dengan kebijakan ini, Pemkab Lumajang berharap masyarakat tidak lagi menganggap kemiskinan sebagai identitas tetap. Sebaliknya, mereka diharapkan bangkit dan membangun kemandirian ekonomi secara bertahap.

Langkah ini juga sejalan dengan semangat pemberdayaan sosial yang terus digencarkan, terutama melalui program P2K2. Melalui pelatihan, pendampingan usaha, dan pendekatan holistik, pemerintah ingin menciptakan lingkungan sosial yang mendorong warga menjadi produktif dan percaya diri.

Dari Bantuan Menuju Kemandirian

Pendekatan yang dilakukan Bunda Indah tidak semata administratif, namun menyentuh nilai-nilai kemanusiaan dan spiritual. Ia mengajak warga agar memaknai penghapusan tulisan tersebut sebagai langkah awal menuju perubahan nasib.

Dengan menghapus tulisan di dinding, masyarakat diajak menghapus batas dalam pikirannya. Pemerintah pun berkomitmen terus mendampingi mereka hingga benar-benar mandiri secara ekonomi dan sosial.

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jabatan Kosong Tak Perlu Menunggu, Bunda Indah Dorong Pengisian Bertahap

18 September 2026 - 08:50 WIB

Dapat Amanah Baru, Bunda Indah Minta ASN Lumajang Tak Berhenti Belajar

18 September 2026 - 08:48 WIB

Bukan Sekadar Studi Banding, Bunda Indah Dorong ASN Lumajang Berani Meniru Inovasi yang Lebih Baik

18 September 2026 - 08:46 WIB

Bukan Cuma Hiburan, Bunda Indah Ingin Ponsel Jadi Jendela Pengetahuan di Ruang Publik Lumajang

18 September 2026 - 08:44 WIB

Bunda Indah Soroti Potensi Kebocoran Pendapatan, Minta Pemkab Lumajang Perkuat Sistem Digital

18 September 2026 - 08:41 WIB

Bunda Indah Bekali Pejabat Lumajang: Hadapi Masalah Satu per Satu, Jangan Takut Cari Solusi

18 September 2026 - 08:39 WIB

Trending di Daerah