LUMAJANG – Pemerintah Kabupaten Lumajang terus mempercepat pembangunan infrastruktur untuk memperkuat konektivitas antarwilayah. Dalam upaya tersebut, pemerintah daerah juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui berbagai proyek strategis sepanjang 2025.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan hal ini saat menyampaikan Nota Penjelasan LKPj Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Lumajang, Senin (9/3/2026).
Infrastruktur Jadi Fondasi Ekonomi
Bunda Indah menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur memegang peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi dan pelayanan publik. Menurutnya, infrastruktur yang baik akan memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus membuka akses ekonomi baru.
“Infrastruktur yang baik akan memperlancar mobilitas masyarakat, memperkuat konektivitas antarwilayah, sekaligus membuka akses ekonomi baru,” ujarnya.
Jembatan dan Jalan Diperkuat
Sepanjang 2025, Pemerintah Kabupaten Lumajang menuntaskan sejumlah pembangunan strategis. Pemerintah memperbaiki tiga jembatan penghubung, yaitu Jembatan Kalimujur Gesang, Jembatan Kalipiri I, dan Jembatan Pinusan II.
Selain itu, pemerintah juga melakukan pemeliharaan berkala pada 10 ruas jalan sepanjang 1,92 kilometer. Di sisi lain, pembangunan drainase dan gorong-gorong dilakukan pada 16 ruas jalan sepanjang 3,91 kilometer untuk meningkatkan ketahanan infrastruktur.
Inovasi NGAPLING Percepat Perbaikan Jalan
Untuk mempercepat penanganan jalan, pemerintah menghadirkan inovasi NGAPLING (Ngaspal Keliling). Program ini memungkinkan perbaikan jalan dilakukan secara cepat dan responsif.
Melalui program tersebut, pemerintah telah melakukan pemeliharaan jalan sepanjang 6,129 kilometer agar kondisi jalan tetap mantap dan aman dilalui masyarakat.
Rekonstruksi dan Penguatan Jalan
Lebih lanjut, pemerintah juga melakukan rekonstruksi jalan melalui peningkatan jalan sepanjang 33.983 meter. Selain itu, pembangunan talud sepanjang 1.839 meter dilakukan untuk memperkuat struktur jalan.
Langkah ini bertujuan menjaga ketahanan infrastruktur dalam jangka panjang.
Infrastruktur Dukung Pertanian dan Air Bersih
Bunda Indah menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya fokus pada transportasi. Namun demikian, pemerintah juga memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan.
“Perbaikan jalan menuju sentra pertanian, pembangunan irigasi, hingga penyediaan air bersih menjadi bagian penting dari strategi pembangunan daerah,” jelasnya.
Dalam sektor pertanian, pemerintah meningkatkan jaringan irigasi sepanjang 3.082 meter dan melakukan pemeliharaan sepanjang 1.414 meter.
Sementara itu, pemerintah juga membangun instalasi air bersih di wilayah utara dan daerah rawan kekeringan dengan total 90 sambungan rumah.
Dampak untuk Kesejahteraan Masyarakat
Pada akhirnya, Bunda Indah menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur yang terintegrasi akan memberikan dampak luas bagi masyarakat.
“Pembangunan infrastruktur harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, baik untuk ekonomi, pertanian, maupun pelayanan publik,” pungkasnya.
Dengan penguatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lumajang optimistis konektivitas wilayah semakin meningkat dan kesejahteraan masyarakat terus tumbuh.
Tinggalkan Balasan