Pelepah Pisang Lumajang untuk Peluang Ekonomi - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Daerah · 1 Jun 2025 19:13 WIB ·

Dari Limbah Jadi Berkah: Pelepah Pisang Buka Peluang Ekonomi Baru


 Dari Limbah Jadi Berkah: Pelepah Pisang Buka Peluang Ekonomi Baru Perbesar

Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), menyambut dengan semangat program pelatihan pengolahan pelepah pisang dari Kementerian Sosial RI. Pelatihan ini menyasar warga Desa Ranuyoso dan Desa Klanting sebagai upaya mengubah limbah menjadi peluang ekonomi.

Program ini mengemuka saat kunjungan kerja Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), dalam forum Diskusi Transformasi Sosial Ekonomi di Pendopo Arya Wiraraja, Jumat (30/5/2025). Gus Ipul menyoroti potensi besar Lumajang yang memiliki lebih dari 5.000 hektare lahan pisang.

Bunda Indah menegaskan bahwa Pemkab Lumajang siap mendukung penuh program berbasis potensi lokal tersebut.

“Pelepah pisang bukan lagi limbah. Jika dikelola dengan baik, ini bisa menjadi sumber penghasilan. Kami mendukung penuh pelatihan ini,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah harus menanamkan mental produktif kepada masyarakat. Menurutnya, bantuan sosial penting, tapi tidak boleh membuat masyarakat bergantung.

“Bansos itu jembatan, bukan tujuan. Tugas kami adalah memberi pelatihan, pendampingan, hingga akses pasar,” tegasnya.

Bunda Indah melihat potensi pelepah pisang untuk diolah menjadi produk bernilai tinggi seperti tas, dompet, dan kemasan ramah lingkungan. Inovasi ini dapat melibatkan ibu rumah tangga, pemuda, hingga pelaku UMKM.

“Kita punya sumber daya. Tinggal semangat gotong royong dan inovasi yang harus diperkuat,” tambahnya.

Ia juga memastikan bahwa program ini tidak berhenti pada pelatihan. Pemkab Lumajang akan mengawal hingga program benar-benar menjadi gerakan ekonomi rakyat.

“Ini bukan proyek satu hari. Ini langkah membangun ekonomi dari bawah,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Sebut Bonus Asian Games, Emas Rp50 Juta dan Perunggu Rp30 Juta

9 Oktober 2026 - 13:51 WIB

Peringati HUT ke-54, Desa Jatigono Lumajang Gelar Pawai dan Grebeg Gunungan

9 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Truk Hino Tanpa STNK dan SIM Terlibat Kecelakaan di Candipuro Lumajang

8 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Wabup Lumajang Dorong Masjid Nurul Huda Jadi Pusat Pendidikan Al-Qur’an Anak

8 Oktober 2026 - 10:06 WIB

6 Km Jalan Bergelombang di Lumajang Ditangani, Nilai Kontrak Rp10,92 Miliar

8 Oktober 2026 - 08:48 WIB

Punya Tunangan, Oknum Guru di Lumajang Diduga Masih Selingkuh Dengan Suami Orang

6 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Trending di Daerah