Dilema Politisi Pendukung Bupati, Tahu Masalah, Tapi Mengaku Tak Bisa Bicara - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 30 Des 2025 12:39 WIB ·

Dilema Politisi Pendukung Bupati, Tahu Masalah, Tapi Mengaku Tak Bisa Bicara


 Dilema Politisi Pendukung Bupati, Tahu Masalah, Tapi Mengaku Tak Bisa Bicara Perbesar

Jember, – Pengakuan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jember, Nurhasan, soal keterbatasannya dalam menyampaikan dugaan masalah proyek infrastruktur membuka persoalan serius mengenai independensi fungsi pengawasan legislatif.

Sebagai politisi dari partai pendukung bupati, Nurhasan mengaku berada dalam posisi dilematis meski mengetahui adanya indikasi pengkondisian proyek APBD.

Dalam rapat Badan Anggaran bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di DPRD Jember, Senin (29/12/2025), Nurhasan secara terbuka menyatakan keinginannya untuk memeriksa kualitas proyek infrastruktur yang diduga bermasalah.

Ia bahkan menyebut siap mengambil sampel material dan mengujinya di laboratorium, serta meminta pembongkaran apabila terbukti tidak sesuai spesifikasi.

Namun niat tersebut urung dilakukan. Nurhasan mengaku menahan diri karena berasal dari partai pendukung kepala daerah, sehingga merasa tidak leluasa untuk bersuara lebih jauh.

“Saya ini partai pendukung (bupati), enggak bisa ngomong,” katanya.

Nurhasan juga menyebut praktik booking proyek yang telah menjadi rahasia umum, di mana proyek infrastruktur diduga hanya dinikmati oleh segelintir pihak tertentu. Kondisi ini, menurutnya, membuat pelaku usaha lain yang memiliki spesifikasi dan kapasitas justru tersingkir dari akses proyek APBD.

Di sisi lain, Sekretaris Komisi C DPRD Jember, David Handoko Seto, menguatkan kekhawatiran tersebut dengan menyebut adanya dugaan kualitas material proyek yang tidak sesuai standar. Ia menyatakan telah memiliki bukti, namun menyerahkan penindakan kepada Inspektorat dan dinas teknis terkait.

“Di banyak titik, ngomong soal paving, paving itu oplosan. Saya punya buktinya. Tapi aku gak usah nyebut, itu tugas Inspektorat turun (memeriksa) bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Cipta Karya,” kata dia.

Sementara itu, pihak eksekutif melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman, tidak menanggapi langsung soal dilema politik maupun dugaan pengkondisian proyek. Pemerintah daerah memilih menekankan evaluasi kinerja dan perbaikan pelaksanaan proyek pada tahun anggaran berikutnya.

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PDI Perjuangan Dorong Solusi Aset Tak Terpakai Lewat Raperda Baru

6 Mei 2026 - 10:39 WIB

Optimalisasi Aset Daerah, DPRD Lumajang Targetkan PAD Meningkat

6 Mei 2026 - 10:31 WIB

PDI Perjuangan: Raperda GAKI Penting untuk Masa Depan Generasi Lumajang

6 Mei 2026 - 09:07 WIB

Fraksi PDI Perjuangan Dorong Perda GAKI, 40 Desa Mandiri Garam Jadi Dasar Penguatan

6 Mei 2026 - 08:34 WIB

Ratih Damayanti, Dorong Kesadaran Lingkungan Berbasis Keagamaan

5 Mei 2026 - 21:01 WIB

Bupati Lumajang Dorong Peran Organisasi Keagamaan Perkuat Ekonomi dan Sosial Umat

5 Mei 2026 - 19:01 WIB

Trending di Daerah