Dokumen Tak Dibuka, Pengawasan Mandek, Akses Informasi Program Oplah Dikeluhkan - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Daerah · 27 Jan 2026 12:18 WIB ·

Dokumen Tak Dibuka, Pengawasan Mandek, Akses Informasi Program Oplah Dikeluhkan


 Dokumen Tak Dibuka, Pengawasan Mandek, Akses Informasi Program Oplah Dikeluhkan Perbesar

Jember, – Pelaksanaan Program Optimalisasi Lahan (Oplah) di Kabupaten Jember kembali menuai sorotan. Kali ini, kritik datang dari minimnya keterbukaan informasi publik, yang dinilai menghambat pengawasan masyarakat terhadap penggunaan anggaran negara.

Sejumlah petani dan kelompok pemerhati mengeluhkan sulitnya mengakses dokumen penting program Oplah, seperti Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan laporan realisasi keuangan. Padahal, dokumen tersebut merupakan informasi publik yang seharusnya dapat diakses masyarakat.

Salah satu keluhan disampaikan Hariyanto, petani Desa Banjarsari, Kecamatan Bangsalsari. Ia mengaku telah mengajukan permintaan dokumen terkait program Oplah selama hampir dua pekan, namun hingga kini belum mendapatkan salinan maupun penjelasan dari pihak terkait.

“Kami sudah meminta RAB dan laporan realisasi, tapi tidak diberikan. Padahal itu hak publik. Kalau dokumennya tertutup, bagaimana masyarakat bisa mengawasi,” kata Hariyanto, Selasa (27/1/2026).

Kondisi tersebut dinilai tidak hanya mencederai prinsip keterbukaan informasi publik, tetapi juga berpotensi melemahkan kontrol sosial terhadap pelaksanaan program pemerintah. Tanpa akses data yang jelas, masyarakat kesulitan menilai kesesuaian antara anggaran, perencanaan, dan kondisi fisik proyek di lapangan.

Komisi B DPRD Jember turut menyoroti persoalan ini. Ketua Komisi B, Candra Ary Fianto, menegaskan bahwa seluruh program pemerintah, baik yang bersumber dari anggaran pusat maupun daerah, wajib dilaksanakan secara transparan dan dapat diawasi publik.

“Dokumen program harus dibuka. Transparansi adalah kunci agar tidak ada kecurigaan dan masyarakat bisa ikut mengawasi,” ucapnya.

Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Sumberlangsep Kembali Terisolasi akibat Banjir Lahar Lahar Hujan Gunung Semeru

2 November 2026 - 12:30 WIB

Bunda Indah Dorong Pariwisata Lumajang Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Usaha Warga

31 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Lumajang Raih Wilwatikta Awards 2026, Bunda Indah Jadikan Penghargaan Motivasi Perkuat Ekonomi

31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Pronojiwo Kembangkan Agrowisata 3 Hektare, Wisatawan Tumpak Sewu Bakal Punya Pilihan Baru

31 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Cegah Stunting di Lumajang, Dinkes P2KB Perkuat Peran Posyandu dan Kolaborasi Desa

31 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bunda Indah Salurkan BLT DBHCHT 2026, Sebanyak 4.293 Warga Lumajang Terima Alokasi Rp600 Ribu

31 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Trending di Daerah