DPR Desak Audit Nasional Bangunan Pesantren Usai Tragedi Ponpes Roboh di Sidoarjo - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan Jalan Baru Pasrujambe Buka Akses Ekonomi dan Percepat Pertumbuhan Desa

Daerah · 30 Sep 2025 13:50 WIB ·

DPR Desak Audit Nasional Bangunan Pesantren Usai Tragedi Ponpes Roboh di Sidoarjo


 DPR Desak Audit Nasional Bangunan Pesantren Usai Tragedi Ponpes Roboh di Sidoarjo Perbesar

Sidoarjo, – Tragedi ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, yang menelan korban jiwa, memantik reaksi keras dari anggota Komisi XIII DPR RI, Dini Rahmania.

Ia mendesak pemerintah pusat dan daerah segera melakukan audit nasional terhadap kelayakan bangunan pondok pesantren di seluruh Indonesia.

Menurut Dini, tragedi ini menjadi pengingat keras bahwa keselamatan para santri belum sepenuhnya menjadi perhatian utama. Ia menekankan bahwa bangunan tempat tinggal dan belajar para santri harus memenuhi standar keamanan yang layak dan terjamin.

Baca juga: Kondisi Kritis, Santri Korban Keracunan HCL di Lumajang, Biaya Perawatan Rp 1 Juta Per Hari

“Keselamatan santri harus menjadi prioritas. Jangan tunggu ada korban jiwa lagi baru bergerak. Bangunan asrama pesantren perlu diaudit secara menyeluruh,” tegas Dini dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa (30/9/25).

Dini juga mendorong Kementerian Agama, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta pemerintah daerah untuk berkoordinasi dalam menyusun langkah-langkah mitigasi bencana di lingkungan pesantren.

Baca juga: Pinjaman Daerah Surabaya Dikoreksi Jadi Rp 1,5 Triliun, DPRD: Ini Keputusan Politik, Bukan Teknis Semata

Langkah ini dinilai penting karena banyak pondok pesantren yang berada di wilayah rawan bencana atau memiliki bangunan lama yang tak lagi layak huni.

Selain audit struktur bangunan, Dini mengusulkan pelatihan kesiapsiagaan bencana untuk para santri dan pengelola pesantren, sebagai bagian dari upaya preventif untuk mengurangi risiko korban saat terjadi bencana.

“Penting juga ada pelatihan tanggap bencana. Santri dan pengelola harus tahu apa yang harus dilakukan jika terjadi gempa, kebakaran, atau kejadian tak terduga lainnya,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Dini turut menyampaikan duka mendalam atas musibah robohnya bangunan pesantren yang terjadi pada Senin (29/9/25) sekitar pukul 15.35 WIB, tepat saat ratusan santri tengah melaksanakan ibadah shalat berjamaah di mushala lantai bawah. Insiden tersebut diketahui terjadi ketika aktivitas pengecoran lantai atas tengah berlangsung.

“Kami sangat berduka. Ini tamparan keras bagi semua pihak untuk mengevaluasi kondisi pesantren di seluruh daerah. Jangan ada lagi santri yang belajar dalam ketakutan karena bangunan tak layak,” ungkapnya.

Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Silpa APBD Jember Tembus Rp700 Miliar, DPRD Siapkan Evaluasi Besar-besaran OPD

2 Januari 2026 - 16:53 WIB

Senduro Masuk Kategori Mandiri, Bukti Desa Mampu Menjadi Garda Terdepan Pelestarian Lingkungan

2 Januari 2026 - 16:14 WIB

Data Lemah, Pembinaan Minim, Petani Pisang Terjebak Sistem Off Taker

2 Januari 2026 - 15:52 WIB

Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa

2 Januari 2026 - 14:18 WIB

Ganti Ambulans Rusak Berat, Pemkab Lumajang Serahkan 29 Armada Baru ke Desa

2 Januari 2026 - 14:12 WIB

Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial

2 Januari 2026 - 14:02 WIB

Trending di Daerah