DPR Desak Audit Nasional Bangunan Pesantren Usai Tragedi Ponpes Roboh di Sidoarjo - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 30 Sep 2025 13:50 WIB ·

DPR Desak Audit Nasional Bangunan Pesantren Usai Tragedi Ponpes Roboh di Sidoarjo


 DPR Desak Audit Nasional Bangunan Pesantren Usai Tragedi Ponpes Roboh di Sidoarjo Perbesar

Sidoarjo, – Tragedi ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, yang menelan korban jiwa, memantik reaksi keras dari anggota Komisi XIII DPR RI, Dini Rahmania.

Ia mendesak pemerintah pusat dan daerah segera melakukan audit nasional terhadap kelayakan bangunan pondok pesantren di seluruh Indonesia.

Menurut Dini, tragedi ini menjadi pengingat keras bahwa keselamatan para santri belum sepenuhnya menjadi perhatian utama. Ia menekankan bahwa bangunan tempat tinggal dan belajar para santri harus memenuhi standar keamanan yang layak dan terjamin.

Baca juga: Kondisi Kritis, Santri Korban Keracunan HCL di Lumajang, Biaya Perawatan Rp 1 Juta Per Hari

“Keselamatan santri harus menjadi prioritas. Jangan tunggu ada korban jiwa lagi baru bergerak. Bangunan asrama pesantren perlu diaudit secara menyeluruh,” tegas Dini dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa (30/9/25).

Dini juga mendorong Kementerian Agama, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta pemerintah daerah untuk berkoordinasi dalam menyusun langkah-langkah mitigasi bencana di lingkungan pesantren.

Baca juga: Pinjaman Daerah Surabaya Dikoreksi Jadi Rp 1,5 Triliun, DPRD: Ini Keputusan Politik, Bukan Teknis Semata

Langkah ini dinilai penting karena banyak pondok pesantren yang berada di wilayah rawan bencana atau memiliki bangunan lama yang tak lagi layak huni.

Selain audit struktur bangunan, Dini mengusulkan pelatihan kesiapsiagaan bencana untuk para santri dan pengelola pesantren, sebagai bagian dari upaya preventif untuk mengurangi risiko korban saat terjadi bencana.

“Penting juga ada pelatihan tanggap bencana. Santri dan pengelola harus tahu apa yang harus dilakukan jika terjadi gempa, kebakaran, atau kejadian tak terduga lainnya,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Dini turut menyampaikan duka mendalam atas musibah robohnya bangunan pesantren yang terjadi pada Senin (29/9/25) sekitar pukul 15.35 WIB, tepat saat ratusan santri tengah melaksanakan ibadah shalat berjamaah di mushala lantai bawah. Insiden tersebut diketahui terjadi ketika aktivitas pengecoran lantai atas tengah berlangsung.

“Kami sangat berduka. Ini tamparan keras bagi semua pihak untuk mengevaluasi kondisi pesantren di seluruh daerah. Jangan ada lagi santri yang belajar dalam ketakutan karena bangunan tak layak,” ungkapnya.

Artikel ini telah dibaca 70 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Semarak HUT RI di Tunjung Lumajang, Warga Jalan Sehat dan UMKM Ikut Kecipratan

20 Agustus 2026 - 15:11 WIB

Agus Setiawan dan Ratih Damayanti Ajak Warga Jalan Santai, Doorprize Sepeda Listrik Menanti

20 Agustus 2026 - 11:51 WIB

Truk Sound Horeg Terbakar Saat Karnaval di Lumajang, Peserta Tetap Lanjut

20 Agustus 2026 - 10:02 WIB

Perbaikan 27 Ambulans Desa Lumajang Habiskan Rp884,9 Juta, 9 Unit Masih Diperbaiki

19 Agustus 2026 - 12:08 WIB

Bukan Sekadar Adu Strategi! Kejurkab Catur Lumajang Jadi Jalan Lahirnya Bibit Atlet Muda

19 Agustus 2026 - 09:58 WIB

Tape Ketan Wonokerto Siap Mendunia? Jenggolo Tape Fest 2027 Didorong Lebih Besar

19 Agustus 2026 - 09:56 WIB

Trending di Daerah