Dugaan Pengkondisian Proyek APBD Jember, Infrastruktur Dikebut, Kualitas Dipertanyakan - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 30 Des 2025 12:25 WIB ·

Dugaan Pengkondisian Proyek APBD Jember, Infrastruktur Dikebut, Kualitas Dipertanyakan


 Dugaan Pengkondisian Proyek APBD Jember, Infrastruktur Dikebut, Kualitas Dipertanyakan Perbesar

Jember, – Keterlambatan penyelesaian sejumlah proyek infrastruktur di Kabupaten Jember diduga bukan semata-mata disebabkan kendala teknis. Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jember, Nurhasan, mengungkap adanya dugaan pengkondisian proyek APBD yang dinilai terlalu vulgar dan berdampak langsung pada molornya pengerjaan proyek.

Dalam rapat Badan Anggaran bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di DPRD Jember, Senin (29/12/2025), Nurhasan menyoroti pola pengerjaan proyek yang cenderung lamban di awal tahun anggaran, namun mendadak dikebut menjelang akhir tahun.

Menurutnya, hingga awal November banyak proyek masih berjalan santai, sebelum akhirnya dikerjakan secara tergesa-gesa pada pertengahan hingga akhir tahun anggaran.

“Awal November masih nyantai-nyantai semua. Pertengahan sudah gruduk-gruduk kelabakan. Ini kan tidak baik,” kata Nurhasan.

Ia menduga keterlambatan tersebut berkaitan dengan belum rampungnya pengkondisian proyek di antara rekanan. Nurhasan juga mengaku menerima banyak laporan terkait masuknya kontraktor dadakan yang tidak memiliki modal memadai, namun tetap bisa mengerjakan proyek infrastruktur yang dibiayai APBD Jember.

Lebih jauh, Nurhasan mengungkap dugaan adanya sosok yang ia sebut sebagai Mister X yang berperan mengondisikan rekanan, termasuk mengarahkan pembelian material proyek kepada pihak-pihak tertentu.

Praktik tersebut dinilai merugikan pengusaha lain yang sebenarnya memiliki usaha, spesifikasi, dan kapasitas yang sesuai.

“Harus beli di sini, di sini. Ini pengkondisian. Kasihan pengusaha yang lain,” katanya.

Menurut Nurhasan, pengkondisian proyek ini telah menjadi rahasia umum dan menyebabkan manfaat APBD tidak dirasakan secara luas. Ia menyebut proyek-proyek infrastruktur justru dimanfaatkan oleh segelintir pihak, sementara pelaku usaha lokal yang memenuhi kualifikasi tersisih.

Kekhawatiran soal kualitas proyek juga mencuat. Nurhasan mengaku berniat memeriksa kualitas material proyek melalui uji laboratorium, bahkan tak segan meminta pembongkaran jika ditemukan ketidaksesuaian spesifikasi. Namun, ia mengaku berada dalam posisi dilematis karena merupakan bagian dari partai pendukung bupati.

Pernyataan Nurhasan diperkuat oleh Sekretaris Komisi C DPRD Jember, David Handoko Seto. Ia menyebut adanya dugaan penggunaan material oplosan di sejumlah proyek infrastruktur. “Ngomong soal paving, itu oplosan. Saya punya buktinya,” ujarnya, seraya meminta Inspektorat bersama dinas terkait turun melakukan pemeriksaan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman, enggan menanggapi secara langsung dugaan pengkondisian proyek tersebut. Ia memilih menekankan perbaikan pelaksanaan pembangunan ke depan dan meminta agar proyek infrastruktur tahun berikutnya dapat diselesaikan pada triwulan pertama dan kedua.

Helmi juga menyampaikan akan dilakukan evaluasi rutin terhadap kinerja organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk penyerapan anggaran, yang nantinya menjadi bahan evaluasi pimpinan daerah.

Helmi berharap ada evaluasi bulanan terhadap kinerja organisasi perangkat daerah. “Sekarang pun dievaluasi serapannya, dan itu menjadi catatan bupati, mengevaluasi mana OPD yang bekerja maksimal dan melaksanakan kegiatan secara maksimal dan benar sesuai dengan aturan yang ada. ya. Nanti itu menjadi evaluasi akhir tahun dan evaluasi pejabat jabatan tinggi pratama,” katanya.

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Aspirasi Pembangunan hingga Ekonomi Disampaikan Warga Sukodono Saat Reses Kawendra Lukistian

12 Maret 2026 - 10:50 WIB

Mulai 13–29 Maret 2026, Truk Tiga Sumbu ke Atas Dilarang Melintas di Jalur Nasional Lumajang

11 Maret 2026 - 17:02 WIB

BPBD Lumajang Petakan Titik Rawan Bencana Jelang Lebaran 2026

11 Maret 2026 - 11:18 WIB

Bupati Lumajang Berharap Kontraktor Lokal Tangani Proyek Jalan untuk Mempermudah Pengawasan

10 Maret 2026 - 13:22 WIB

Pendapatan Lumajang Tembus Rp2,22 Triliun, Lampaui Target APBD 2025

9 Maret 2026 - 18:17 WIB

Bupati Lumajang Persilakan ASN Bukber Jelang Lebaran, Ingatkan Agar Tidak Flexing di Media Sosial

9 Maret 2026 - 17:47 WIB

Trending di Daerah