Enam Dapur MBG di Lumajang Ditutup Sementara, Satgas Sebut Hasil Evaluasi Berjenjang BGN - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 30 Mei 2026 12:31 WIB ·

Enam Dapur MBG di Lumajang Ditutup Sementara, Satgas Sebut Hasil Evaluasi Berjenjang BGN


 Enam Dapur MBG di Lumajang Ditutup Sementara, Satgas Sebut Hasil Evaluasi Berjenjang BGN Perbesar

Lumajang, – Enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Lumajang ditutup sementara berdasarkan hasil evaluasi berjenjang yang dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN).

Keputusan tersebut mengacu pada petunjuk teknis tata kelola penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun anggaran 2026 serta hasil pendataan regional Provinsi Jawa Timur.

Ketua Satgas MBG Lumajang Agus Triyono mengatakan pemerintah daerah tidak terlibat dalam proses pengambilan keputusan penutupan enam dapur MBG tersebut.

Menurutnya, evaluasi dilakukan langsung oleh BGN melalui mekanisme berjenjang mulai dari tingkat SPPG hingga wilayah.

“Mohon maaf saya tidak mengetahui hal itu. Itu murni hasil evaluasi BGN secara berjenjang melalui Kepala SPPG, koordinasi kecamatan, kabupaten, dan wilayah. Silakan konfirmasi ke BGN,” katanya, Sabtu (30/5/2026).

Meski tidak mengetahui alasan pasti penghentian operasional tersebut, Agus menduga salah satu faktor yang menjadi pertimbangan adalah persoalan tata kelola limbah yang belum memenuhi ketentuan. Ia menyebut terdapat sejumlah mitra pengelola dapur yang belum menindaklanjuti rekomendasi dari instansi teknis terkait.

“Saya menduga kemungkinan karena tata kelola limbah yang belum sesuai ketentuan. Ada sebagian mitra pengelola dapur yang mengabaikan rekomendasi dari tim Dinkes, DLH, dan DPKP terkait persyaratan SLHS,” jelasnya.

Menurut Agus, pemenuhan standar Sanitasi Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) menjadi salah satu aspek penting dalam operasional dapur MBG karena berkaitan dengan keamanan pangan dan dampak lingkungan dari kegiatan produksi makanan.

Ia juga mengakui penutupan sementara tersebut akan berdampak terhadap aktivitas penyelenggaraan program di dapur yang bersangkutan. Sebab, pendanaan operasional seluruh kegiatan MBG bersumber dari Badan Gizi Nasional.

“Ya jelas. Kecuali kalau mereka pemilik dapur tetap memasak meskipun tidak mendapat anggaran dari BGN. Anggarannya kan dari BGN. Jika yang punya anggaran menghentikan ya sah-sah saja,” ucap dia.

Berdasarkan data yang diperoleh, enam SPPG yang ditutup sementara meliputi SPPG Pasirian Madurejo yang dikelola yakni:
Yayasan Almulk Mustifa Barokah, SPPG Lumajang Tempeh Pulo oleh Yayasan Berlian Berkah Jaya

SPPG Pasirian Bades oleh Yayasan Ar-Rohmah

SPPG Lumajang Padang Bodang oleh Yayasan Almulk Mustofa Barokah

SPPG Lumajang Sukodono Kebonagung oleh Yayasan Sahabat Ihsan Kur’an

SPPG Lumajang Bulurejo Tempursari yang juga berada di bawah pengelolaan Yayasan Almulk Mustofa Barokah.

Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Usai Kasus Ulat Viral, Dapur MBG Madurejo Lumajang Ditutup Sementara Bersama Lima SPPG Lain

30 Mei 2026 - 16:40 WIB

BGN Tutup Sementara Enam SPPG di Lumajang, Tiga Dikelola Yayasan yang Sama

30 Mei 2026 - 12:49 WIB

Di 11 Desa Lereng Semeru, Tradisi Tengger Terus Dijaga dari Generasi ke Generasi

29 Mei 2026 - 11:40 WIB

Kambing Berkostum Tari Keliling Kampung, Tradisi Idul Adha di Lumajang Jadi Tontonan Warga

27 Mei 2026 - 12:08 WIB

Sapi Kurban Bantuan MH Said Abdullah Dipotong di Kantor DPC PDI Perjuangan Lumajang

27 Mei 2026 - 10:48 WIB

Masjid Nurul Falah di Senduro Terima Hewan Kurban dari PDI Perjuangan Jawa Timur

27 Mei 2026 - 10:38 WIB

Trending di Daerah