Jember, – Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Jember mendesak pihak terkait memberikan sanksi tegas kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyuplai Makanan Bergizi (MBG) hingga menyebabkan dugaan keracunan bagi siswa dan guru SMPN 1 Umbulsari.
“Kami sangat prihatin dengan kejadian yang ada di SMPN 1 Umbulsari. SPPG perlu memperketat pengawasan, memastikan keamanan pangan, kebersihan, dan gizi yang seimbang,” kata Ketua Fraksi PPP DPRD Jember, Ikbal Wilda Fardana, Minggu (8/2/2026).
Menurut Ikbal, secara struktur, SPPG sudah memiliki tenaga ahli gizi dan staf pendukung. Namun, pihaknya menekankan bahwa pengawasan kebersihan makanan harus menjadi prioritas, agar program MBG tidak menimbulkan trauma bagi penerima.
“Itu yang perlu diperhatikan. Kalau kejadian ini kembali terulang, ini akan berdampak pada SPPG lainnya, dan menjadi trauma bagi siswa yang menerima MBG. Contohnya seperti SMPN 1 Umbulsari, siswa dan gurunya kemarin mengalami mual, muntah, dan diare. Ketika mereka menerima MBG lagi, pasti akan ada kekhawatiran,” jelasnya.
Dengan adanya peristiwa ini, Fraksi PPP DPRD Jember meminta agar pihak terkait memberikan sanksi tegas kepada SPPG.
“Kalau tidak ada sanksi tegas, bagaimana? Bisa berupa penggantian makanan yang sudah diserahkan, atau pengembalian anggaran, karena sudah dianggarkan,” tegasnya.
Ikbal menambahkan bahwa kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi SPPG agar kualitas MBG yang disalurkan ke sekolah tetap terjaga.
“Kami mendukung program MBG karena sangat baik, tetapi penerima juga harus diperhatikan. Jangan sampai program ini berdampak buruk bagi siswa,” tandasnya.
Sementara itu, dugaan keracunan MBG ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua dan guru di SMPN 1 Umbulsari. Beberapa siswa dan guru dilaporkan mengalami mual, muntah, dan diare setelah mengonsumsi MBG yang diterima, sehingga proses belajar sempat terganggu.
Tinggalkan Balasan