Harga Cabai Rawit Merah Rp78 Ribu, Petani Lumajang Menjual Rp50 Ribu per Kilogram - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Daerah · 8 Nov 2026 09:59 WIB ·

Harga Cabai Rawit Merah Rp78 Ribu, Petani Lumajang Menjual Rp50 Ribu per Kilogram


 Harga Cabai Rawit Merah Rp78 Ribu, Petani Lumajang Menjual Rp50 Ribu per Kilogram Perbesar

Lumajang, – Harga cabai rawit merah di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mencapai Rp78.000 per kilogram di tingkat pasar.

Sementara itu, harga komoditas tersebut di tingkat petani tercatat Rp50.000 per kilogram berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang per 6 November 2026.

Perbedaan harga sebesar Rp28.000 per kilogram tersebut menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan.

Pemerintah berupaya memastikan harga jual tetap memberikan keuntungan bagi petani tanpa membebani masyarakat sebagai konsumen.

Kepala Bidang Hortikultura DKPP Kabupaten Lumajang, Hendra Suwandaru, mengatakan harga cabai yang tinggi memang berpotensi memberikan keuntungan bagi petani.

Namun, kenaikan harga tersebut tidak serta-merta menunjukkan besarnya keuntungan yang diterima petani.

Menurut dia, petani masih harus menanggung sejumlah komponen biaya produksi, mulai dari pupuk, pestisida, tenaga kerja, hingga risiko gagal panen. Faktor-faktor tersebut turut menentukan hasil usaha tani.

“Harga cabai yang tinggi memang bisa menguntungkan petani, tetapi idealnya harga tetap menguntungkan petani dan terjangkau bagi masyarakat,” katanya, Minggu (8/11/2026).

Cuaca panas berkepanjangan dan minimnya air dapat menghambat pertumbuhan tanaman, proses pembungaan, hingga pembentukan buah. Akibatnya, produktivitas tanaman menurun dan hasil panen menjadi lebih terbatas.

“Ketika pasokan berkurang sementara kebutuhan pasar tetap berjalan, harga cabai cenderung mengalami kenaikan,” kata dia.

Hendra menegaskan, stabilisasi harga tidak hanya berorientasi pada penurunan harga di pasar.

“Pada prinsipnya, upaya stabilisasi tidak hanya diarahkan untuk menekan harga, tetapi juga menjaga agar petani tetap memperoleh harga jual yang layak dan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Niatnya Beli Matcha, Siapa Tahu Pulangnya Bawa iPhone atau Malah Rumah

7 November 2026 - 23:09 WIB

Honda C70 Bertabrakan dengan Truk Box di Kedungjajang, Pengendaranya Tewas

6 November 2026 - 19:59 WIB

Hilang Sejak Kamis Dini Hari, Warga Yosowilangun Ditemukan Tewas di Sungai Bondoyudo

6 November 2026 - 17:17 WIB

Cegah Generasi Muda Terjerat Narkoba, DPRD Lumajang Perkuat Kolaborasi dengan KIPAN

6 November 2026 - 15:51 WIB

Truk Mitsubishi dan Honda Beat Bertabrakan di Candipuro, Satu Orang Tewas

6 November 2026 - 13:13 WIB

Warga Sumberlangsep Kembali Terisolasi akibat Banjir Lahar Lahar Hujan Gunung Semeru

2 November 2026 - 12:30 WIB

Trending di Daerah