Jalan Penghubung Kecamatan Pasirian-Tempursari Terendam Banjir Lahar, Warga Terkendala - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 5 Nov 2025 18:47 WIB ·

Jalan Penghubung Kecamatan Pasirian-Tempursari Terendam Banjir Lahar, Warga Terkendala


 Jalan Penghubung Kecamatan Pasirian-Tempursari Terendam Banjir Lahar, Warga Terkendala Perbesar

Lumajang, – Banjir lahar yang terjadi pada Rabu (5/10/2025) di Sungai Regoyo, Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian, Lumajang, mengakibatkan tergenangnya akses vital antara Kecamatan Pasirian dan Tempursari.

Debit air yang sangat besar, ditambah dengan material lahar berupa pasir, menggenangi jalan utama yang menghubungkan dua kecamatan tersebut.

Hujan deras yang mengguyur kawasan puncak Gunung Semeru sejak Rabu siang menjadi pemicu utama terjadinya bencana ini.

Air hujan yang terus mengalir membawa endapan material dari puncak gunung, dan akhirnya meluap melalui Sungai Regoyo. Kondisi ini menyebabkan jalur penghubung antar kecamatan terendam selama beberapa jam.

Baca juga:Gunung Semeru Erupsi, Polres Lumajang Pastikan Seluruh Unsur Siaga Hadapi Potensi Bencana

Rohman, salah satu warga Desa Gondoruso, mengatakan bahwa banjir lahar yang terjadi sangat luar biasa.

“Jalan yang biasa digunakan untuk melintas antar kecamatan tiba-tiba terendam. Warga yang berada di kedua sisi jalur harus menunggu air surut agar bisa melanjutkan perjalanan,” ujarnya.

Baca juga:1.000 Liter Solar Bersubsidi Disembunyikan di Tandon, Bupati Lumajang Lakukan OTT

Imam, warga lain yang terjebak di sisi lain jalur, mengungkapkan kekhawatirannya. “Kami tidak bisa melintas selama beberapa jam. Setelah air surut, baru bisa melanjutkan perjalanan. Kejadian seperti ini cukup membuat khawatir, apalagi jalur ini merupakan satu-satunya akses penghubung kedua kecamatan,”

Meski demikian, jalur tersebut baru bisa dilalui kembali setelah beberapa jam. Banjir lahar ini terekam di seismograf pos pengamatan Gunung Semeru dengan amplitudo maksimal 38 milimeter.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jenazah Korban Banjir Bandang Ditemukan Nelayan di Muara Sungai

4 Februari 2026 - 16:33 WIB

Puluhan Warga Antre Adopsi Bayi yang Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:50 WIB

Bidan Ceritakan Detik-Detik Kelahiran Bayi yang Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:40 WIB

Ekonomi Diduga Jadi Alasan Bayi Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:31 WIB

Bayi Laki-laki Diperkirakan Berusia Dua Hari Ditemukan di Warung Gorengan Senduro

4 Februari 2026 - 10:30 WIB

Puluhan Rumah Rusak dan Dapur Ambruk, Banjir Bandang Terjang Jember

3 Februari 2026 - 15:39 WIB

Trending di Daerah