Jalan Penghubung Kecamatan Pasirian-Tempursari Terendam Banjir Lahar, Warga Terkendala - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Daerah · 5 Nov 2025 18:47 WIB ·

Jalan Penghubung Kecamatan Pasirian-Tempursari Terendam Banjir Lahar, Warga Terkendala


 Jalan Penghubung Kecamatan Pasirian-Tempursari Terendam Banjir Lahar, Warga Terkendala Perbesar

Lumajang, – Banjir lahar yang terjadi pada Rabu (5/10/2025) di Sungai Regoyo, Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian, Lumajang, mengakibatkan tergenangnya akses vital antara Kecamatan Pasirian dan Tempursari.

Debit air yang sangat besar, ditambah dengan material lahar berupa pasir, menggenangi jalan utama yang menghubungkan dua kecamatan tersebut.

Hujan deras yang mengguyur kawasan puncak Gunung Semeru sejak Rabu siang menjadi pemicu utama terjadinya bencana ini.

Air hujan yang terus mengalir membawa endapan material dari puncak gunung, dan akhirnya meluap melalui Sungai Regoyo. Kondisi ini menyebabkan jalur penghubung antar kecamatan terendam selama beberapa jam.

Baca juga:Gunung Semeru Erupsi, Polres Lumajang Pastikan Seluruh Unsur Siaga Hadapi Potensi Bencana

Rohman, salah satu warga Desa Gondoruso, mengatakan bahwa banjir lahar yang terjadi sangat luar biasa.

“Jalan yang biasa digunakan untuk melintas antar kecamatan tiba-tiba terendam. Warga yang berada di kedua sisi jalur harus menunggu air surut agar bisa melanjutkan perjalanan,” ujarnya.

Baca juga:1.000 Liter Solar Bersubsidi Disembunyikan di Tandon, Bupati Lumajang Lakukan OTT

Imam, warga lain yang terjebak di sisi lain jalur, mengungkapkan kekhawatirannya. “Kami tidak bisa melintas selama beberapa jam. Setelah air surut, baru bisa melanjutkan perjalanan. Kejadian seperti ini cukup membuat khawatir, apalagi jalur ini merupakan satu-satunya akses penghubung kedua kecamatan,”

Meski demikian, jalur tersebut baru bisa dilalui kembali setelah beberapa jam. Banjir lahar ini terekam di seismograf pos pengamatan Gunung Semeru dengan amplitudo maksimal 38 milimeter.

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polsek Lumajang Kota Perkuat Layanan 110, Permudah Masyarakat Mendapatkan Bantuan Polisi

5 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Lahan Makin Kering, Hasil Pisang Lumajang Turun hingga 40 Persen

4 Oktober 2026 - 08:01 WIB

1.974 Pengajuan Santunan Kematian di Lumajang, Mengapa 286 Masih Diproses?

2 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Terakhir Terlihat di Sekitar Makam, Warga Yosowilangun Diduga Tenggelam di Sungai Bondoyudo

1 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Dari 864.599 Rekam Dinamis KTP, Baru 44.975 Warga Lumajang Gunakan IKD

30 September 2026 - 12:05 WIB

1.600 Pengajuan Santunan Kematian di Lumajang, Berapa yang Lolos Verifikasi?

30 September 2026 - 11:50 WIB

Trending di Daerah