Jember Jadi Sampel Nasional, Komnas HAM Evaluasi MBG sebagai Isu Hak Sosial - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Nasional · 5 Okt 2025 14:17 WIB ·

Jember Jadi Sampel Nasional, Komnas HAM Evaluasi MBG sebagai Isu Hak Sosial


 Jember Jadi Sampel Nasional, Komnas HAM Evaluasi MBG sebagai Isu Hak Sosial Perbesar

Jember, – Kabupaten Jember menjadi sorotan nasional setelah Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memilih wilayah ini sebagai sampel pemantauan terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemantauan dilakukan menyusul dua kasus yang mengindikasikan kegagalan dalam pemenuhan standar keamanan pangan di sekolah.

Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah, memimpin langsung kunjungan ke Kantor Pemkab Jember dan bertemu sejumlah pejabat daerah, termasuk Pejabat Sekretaris Daerah Jupriono, Inspektur Kabupaten Ratno Cahyadi Sembodo, dan Plt Kepala Dinas Kesehatan Akhmad Helmi Luqman, Sabtu (4/10/2025),

“Kami ingin melihat secara utuh tata kelola program MBG, dari regulasi, pengelolaan dapur, penyusunan menu, hingga pelibatan masyarakat,” ujar Anis, Minggu (5/10/2025).

Baca juga: Bermodal kesadaran dan kreativitas, Pemuda Lumajang temukan nilai ekonomi dari limbah MBG

Dua kasus yang menjadi fokus adalah dugaan keracunan makanan di SDN 05 Sidomekar, Kecamatan Semboro, dan temuan makanan basi di SDN Bintoro 5, Kecamatan Patrang. Komnas HAM menilai insiden tersebut tidak hanya berdampak pada kesehatan anak, tetapi juga menyentuh aspek hak asasi manusia, khususnya hak atas pangan bergizi dan hidup sehat.

“Pangan bergizi bukan sekadar program bantuan, tapi bagian dari hak ekonomi, sosial, dan budaya, sebagaimana diatur dalam Pasal 11 Kovenan Internasional yang telah diratifikasi Indonesia melalui UU No. 6 Tahun 2012,” tegasnya.

Baca juga: FDA AS Blokir Ekspor Cengkeh Indonesia, Pemerintah Tegaskan Pabrik Surabaya Aman

Komnas HAM menjadikan Jember sebagai sampel karena kompleksitas kasus yang mencerminkan tantangan sistemik dalam tata kelola MBG di tingkat daerah.

“Hasil investigasi di Jember akan digunakan sebagai referensi nasional untuk mengevaluasi pelaksanaan MBG di daerah lain,” ungkapnya.

Anis menjelaskan timnya tidak hanya mengumpulkan hasil laboratorium, tetapi juga menelusuri proses hulu ke hilir, mulai dari penunjukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), standar dapur dan air, hingga pengawasan dan partisipasi penerima manfaat.

“Kami ingin mengetahui apakah makanan yang disajikan sudah sesuai standar gizi, apakah dapurnya layak, dan sejauh mana anak-anak serta orang tua dilibatkan dalam menyusun menu,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sudetan Sungai Dibangun di Wareng, Upaya Mengurangi Ancaman Lahar Semeru ke Permukiman

4 November 2026 - 16:00 WIB

Tujuh Kecamatan Dilanda Bencana, Pemkab Lumajang Berlakukan Siaga Darurat hingga Januari 2027

4 November 2026 - 09:33 WIB

Demi Sekolah dan Belanja, Warga Sumberlangsep Harus Menyeberangi Aliran Lahar

3 November 2026 - 12:39 WIB

Bupati Lumajang Sebut Tidak Ada Korban Jiwa dalam Banjir Lahar Semeru

3 November 2026 - 10:01 WIB

Banjir Lahar Semeru Hanyutkan 600 Bronjong di Sungai Glidik Lumajang

3 November 2026 - 08:31 WIB

Badan Geologi: Lahar Semeru Bukan Indikasi Peningkatan Tekanan Magmatik

2 November 2026 - 20:53 WIB

Trending di Nasional