Kejati Jatim Usut Dugaan Kredit Fiktif KUR BNI Jember, Libatkan Sekitar 900 Identitas Petani - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Kriminal · 9 Jul 2026 17:07 WIB ·

Kejati Jatim Usut Dugaan Kredit Fiktif KUR BNI Jember, Libatkan Sekitar 900 Identitas Petani


 Kejati Jatim Usut Dugaan Kredit Fiktif KUR BNI Jember, Libatkan Sekitar 900 Identitas Petani Perbesar

Jember, – Penyidikan dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro di BNI Cabang Jember mengungkap dugaan penyalahgunaan sekitar 900 identitas petani.

Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menduga ratusan dokumen kependudukan itu digunakan dalam pengajuan kredit fiktif untuk menutupi kredit bermasalah yang membebani kinerja cabang.

Dalam perkara ini, Kejati Jatim menetapkan MFH, Kepala Cabang BNI Jember periode 2021–2023, sebagai tersangka. Ia diduga tidak bekerja sendiri, melainkan bersama AM dari CV Jawara Tani dan IS dari CV Idris Afnan Jaya (IAJ) yang berperan sebagai collection agent (CA).

Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Jawa Timur, I Gede Punia, mengatakan AM dan IS diminta MFH merekomendasikan calon debitur KUR Mikro sekaligus mengoordinasikan pengumpulan dokumen para petani.

“Tersangka AM dan IS selaku ketua CA memerintahkan anak buahnya mencari dan meminjam dokumen kependudukan warga, seperti KTP, Kartu Keluarga (KK), hingga Akta Nikah,” kata Gede, Kamis (9/7/2026).

Menurut Gede, dokumen tersebut diperoleh dengan alasan membantu pengurusan bantuan sosial. Untuk meyakinkan warga, kedua tersangka disebut memberikan uang antara Rp200 ribu hingga Rp250 ribu kepada setiap pemilik identitas.

Setelah dokumen terkumpul, identitas para petani diduga digunakan untuk mengajukan KUR Mikro di BNI Cabang Jember. Kejaksaan menduga langkah tersebut dilakukan dengan sepengetahuan MFH untuk menutup tunggakan KUR bermasalah sejak 2020 agar performa kredit cabang tetap terlihat baik.

Proses pengajuan kredit, kata Gede, juga diduga tidak melalui mekanisme verifikasi sebagaimana mestinya. MFH disebut memerintahkan Account Officer (AO) Penyelia tetap memproses pengajuan meskipun persyaratan belum lengkap.

Setelah dana kredit dicairkan, buku tabungan dan kartu ATM milik para petani diduga dikuasai oleh kedua collection agent. PIN kartu ATM bahkan diseragamkan sehingga uang tunai dapat ditarik dan dikumpulkan oleh para tersangka.

Kejaksaan menyebut kerugian yang ditimbulkan secara langsung dari perbuatan kedua collection agent mencapai Rp12.590.094.081. Adapun hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jawa Timur Nomor PE.04.03.SR-180/PW13/5.1/2026 tertanggal 7 April 2026 memperkirakan total kerugian keuangan negara dalam perkara tersebut mencapai Rp41.487.138.481 sepanjang 2021–2023.

Atas perkara itu, ketiga tersangka dijerat Pasal 603 dan Pasal 604 juncto Pasal 20 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP serta juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DPRD Lumajang: ASN yang Terbukti Memainkan Pajak Pasir Ditindak, Bukan Dipindah

30 Oktober 2026 - 12:38 WIB

Tes Urine 11 Orang Negatif, Polisi Temukan Lima Klip Diduga Sabu di Karaoke Lumajang

19 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Dua Sapi Raib dari Kandang, Rasa Aman Peternak Lumajang Jadi Taruhan

15 Oktober 2026 - 16:33 WIB

Satresnarkoba Lumajang Janjikan Razia Berkala di Tempat Hiburan Malam

15 Oktober 2026 - 14:57 WIB

Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Lumajang Terbongkar

12 Oktober 2026 - 12:28 WIB

Tuntutan CSR dan Lahan Plasma Berujung Blokade Jalan, 2 Orang Diamankan Polisi

7 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Trending di Kriminal