Konflik Hukum Bupati-Wabup Jember Dinilai Ancam Stabilitas Pemerintahan Daerah - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 23 Jan 2026 14:27 WIB ·

Konflik Hukum Bupati-Wabup Jember Dinilai Ancam Stabilitas Pemerintahan Daerah


 Konflik Hukum Bupati-Wabup Jember Dinilai Ancam Stabilitas Pemerintahan Daerah Perbesar

Jember, – Perseteruan hukum antara Bupati Jember Muhammad Fawait dan Wakil Bupati Djoko Susanto dinilai berpotensi menjadi ancaman serius bagi stabilitas pemerintahan daerah. Sejumlah pimpinan fraksi di DPRD Jember menilai konflik terbuka yang berujung gugatan di pengadilan dapat mengganggu konsentrasi penyelenggaraan pemerintahan serta berdampak pada kualitas pelayanan publik.

Ketua Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem) DPRD Jember, David Handoko Seto, menyebut langkah Wakil Bupati Djoko Susanto yang menempuh jalur hukum terhadap Bupati Muhammad Fawait sebagai tindakan yang tidak elok. Menurutnya, persoalan yang ada seharusnya bisa diselesaikan melalui komunikasi politik dan mekanisme internal pemerintahan.

“Kalau memang ada hal yang harus dibicarakan, Pak Djoko sebaiknya secara resmi sebagai Wakil Bupati meminta bertemu dengan Gus Fawait. Gugatan di pengadilan itu sama seperti membuka luka,” ujar David, Jumat (23/1/2026).

Meski diakui bahwa pokok gugatan berkaitan dengan persoalan pribadi yang terjadi sebelum keduanya dilantik sebagai kepala daerah, David menilai dampak politik dan pemerintahan dari langkah tersebut tidak bisa dihindari. Konflik terbuka di ruang publik, kata dia, berpotensi mengganggu soliditas pemerintahan dan menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

David bahkan melontarkan wacana ekstrem sebagai bentuk keprihatinannya terhadap situasi tersebut. Ia menyarankan agar Wakil Bupati mempertimbangkan untuk mundur apabila sudah tidak sejalan dengan Bupati dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Kalau Pak Djoko memang gerah dengan situasi ini dan tidak sabar, lebih baik mundur saja sebagai Wakil Bupati,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jember, Madini Farouq. Ia menilai konflik hukum antara Bupati dan Wakil Bupati mencerminkan adanya ketidakharmonisan yang berpotensi mengganggu kinerja pemerintahan daerah.

Menurut Madini, sebagai pasangan yang maju bersama dalam Pilkada, Bupati dan Wakil Bupati merupakan satu kesatuan politik dan pemerintahan. Oleh karena itu, perselisihan seharusnya diselesaikan melalui dialog dan musyawarah, bukan langsung dibawa ke jalur hukum.

“Kalau sudah sampai gugatan, ini kan terkesan pecah kongsi. Pertanyaannya, apakah sudah tidak ada lagi jalan untuk duduk bersama dan menyelesaikan persoalan ini secara baik-baik?” kata Madini.

Diketahui, Djoko Susanto menggugat Muhammad Fawait dengan tuntutan ganti rugi sebesar Rp 25,5 miliar. Gugatan tersebut terdiri dari klaim penggantian biaya pilkada sebesar Rp 24,5 miliar serta Rp 1 miliar sebagai ganti rugi immateriil atas penarikan fasilitas, hak operasional, serta dugaan kerusakan nama baik dan kehormatan sebagai Wakil Bupati.

Djoko juga menilai Fawait telah melakukan wanprestasi terhadap perjanjian bersama yang ditandatangani di hadapan notaris pada 21 November 2024, yang mengatur pembagian kewenangan dan tugas setelah dilantik.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bayi Laki-laki Diperkirakan Berusia Dua Hari Ditemukan di Warung Gorengan Senduro

4 Februari 2026 - 10:30 WIB

Puluhan Rumah Rusak dan Dapur Ambruk, Banjir Bandang Terjang Jember

3 Februari 2026 - 15:39 WIB

Banjir Bandang Hantam Dua Kecamatan di Jember, Satu Warga Terseret

3 Februari 2026 - 15:28 WIB

Ruang Terbuka Menyusut, Genangan Meningkat, Wajah Pembangunan Kota Jember

3 Februari 2026 - 15:18 WIB

Satu Rumah, Mobil, dan Motor Ludes Terbakar Akibat Kebakaran di Lumajang

2 Februari 2026 - 14:44 WIB

220 Titik Genangan di Surabaya Berkurang Jadi 138, Pemkot Perkuat Sistem Drainase

2 Februari 2026 - 10:01 WIB

Trending di Daerah