Lumajang, – Perubahan musim atau pancaroba disebut menjadi pemicu meningkatnya populasi tikus yang menyerang tanaman jagung di Desa Sidorejo, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang.
Serangan hama tikus mulai dirasakan petani dalam sepekan terakhir. Tanaman jagung yang telah berusia 58 hari atau mendekati masa panen pada hari ke-65 kini terancam rusak.
Ani, salah satu petani, mengatakan kemunculan tikus meningkat saat musim pancaroba. Ia menyebut sejumlah tanaman jagung miliknya telah dimakan hama tersebut.
“Biasanya memang kalau sudah musim pancaroba banyak tikus, ini sudah banyak yang dimakan tikus jagungnya,” kata Ani di sawahnya, Rabu (22/4/2026).
Untuk mengantisipasi kerugian lebih besar, petani mengambil langkah cepat dengan membungkus tongkol jagung menggunakan plastik transparan. Cara ini dilakukan satu per satu pada tanaman di lahan yang hampir panen.
Heru Efendi, petani lainnya, mengatakan metode tersebut cukup efektif menekan serangan tikus. Setelah dipasangi plastik, jagung tidak lagi mudah dimakan hama.
“Alhamdulillah setelah kita pasangi plastik tidak ada lagi yang dimakan tikus,” ucapnya.
Namun, upaya tersebut membuat biaya produksi meningkat. Untuk lahan seluas 1.000 meter persegi, petani membutuhkan sekitar 3 kilogram plastik dengan harga mencapai Rp 100 ribu per kilogram.
Meski demikian, petani memilih tetap menggunakan cara tersebut guna menghindari risiko gagal panen.
“Daripada jagung habis dimakan tikus dan tidak dapat hasil sama sekali,” kata Heru.
Tinggalkan Balasan