Musim Pancaroba Picu Serangan Tikus, Petani Lumajang Lindungi Jagung dengan Plastik - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 22 Apr 2026 14:21 WIB ·

Musim Pancaroba Picu Serangan Tikus, Petani Lumajang Lindungi Jagung dengan Plastik


 Musim Pancaroba Picu Serangan Tikus, Petani Lumajang Lindungi Jagung dengan Plastik Perbesar

Lumajang, – Perubahan musim atau pancaroba disebut menjadi pemicu meningkatnya populasi tikus yang menyerang tanaman jagung di Desa Sidorejo, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang.

Serangan hama tikus mulai dirasakan petani dalam sepekan terakhir. Tanaman jagung yang telah berusia 58 hari atau mendekati masa panen pada hari ke-65 kini terancam rusak.

Ani, salah satu petani, mengatakan kemunculan tikus meningkat saat musim pancaroba. Ia menyebut sejumlah tanaman jagung miliknya telah dimakan hama tersebut.

“Biasanya memang kalau sudah musim pancaroba banyak tikus, ini sudah banyak yang dimakan tikus jagungnya,” kata Ani di sawahnya, Rabu (22/4/2026).

Untuk mengantisipasi kerugian lebih besar, petani mengambil langkah cepat dengan membungkus tongkol jagung menggunakan plastik transparan. Cara ini dilakukan satu per satu pada tanaman di lahan yang hampir panen.

Heru Efendi, petani lainnya, mengatakan metode tersebut cukup efektif menekan serangan tikus. Setelah dipasangi plastik, jagung tidak lagi mudah dimakan hama.

“Alhamdulillah setelah kita pasangi plastik tidak ada lagi yang dimakan tikus,” ucapnya.

Namun, upaya tersebut membuat biaya produksi meningkat. Untuk lahan seluas 1.000 meter persegi, petani membutuhkan sekitar 3 kilogram plastik dengan harga mencapai Rp 100 ribu per kilogram.

Meski demikian, petani memilih tetap menggunakan cara tersebut guna menghindari risiko gagal panen.

“Daripada jagung habis dimakan tikus dan tidak dapat hasil sama sekali,” kata Heru.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Berebut LPG 12 Kg, Pelaku Usaha vs Kebutuhan Dapur MBG di Lumajang

22 April 2026 - 17:02 WIB

Produksi Pisang Lumajang Diuji Serangan Penyakit Ganda yang Kian Meluas

22 April 2026 - 15:09 WIB

Pendidikan Vokasi Jadi Fokus Kadin Lumajang Hadapi Tantangan Industri

21 April 2026 - 18:05 WIB

Kadin Jatim Dorong Pemetaan Kebutuhan Tenaga Kerja Lima Tahun ke Depan

21 April 2026 - 17:56 WIB

Konsolidasi Kadin Lumajang Didorong Perkuat Daya Saing Daerah

21 April 2026 - 17:13 WIB

Muskab VII 2026, Agus Setiawan Lanjutkan Kepemimpinan Kadin Lumajang

21 April 2026 - 16:44 WIB

Trending di Daerah