Lansia Sebatang Kara Lumajang Terima Renovasi Rumah - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung

Daerah · 5 Sep 2025 14:14 WIB ·

Ngatinah: Lansia Sebatang Kara di Penanggal Kini Dapat Rumah Layak dari Pemkab Lumajang


 Ngatinah: Lansia Sebatang Kara di Penanggal Kini Dapat Rumah Layak dari Pemkab Lumajang Perbesar

Lumajang – Hidup seorang diri di rumah bambu rapuh, Ngatinah, lansia di Dusun Wonosari, Desa Penanggal, akhirnya mendapat kepastian untuk tinggal di rumah yang lebih layak.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), bersama Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma (Mas Yudha), meninjau langsung kondisi Ngatinah, Selasa (2/9/2025). Keduanya segera menginstruksikan renovasi total: perbaikan atap, dinding, kamar mandi, hingga penggantian kasur lama.

Selain perbaikan rumah, tim medis puskesmas juga memeriksa kesehatan Ngatinah yang sering merasa linu. Dengan langkah cepat ini, pemerintah memastikan kebutuhan dasar Ngatinah terpenuhi.

“Apa lagi yang ibu butuhkan? Saya ingin semua kebutuhan dasar ibu terpenuhi,” ucap Bunda Indah penuh empati.

Kunjungan itu berlangsung dalam program Sehari Ngantor di Kecamatan Terpadu (Setor Madu) di Kecamatan Candipuro. Bunda Indah menegaskan, kepedulian terhadap kelompok rentan menjadi bukti nyata bahwa negara hadir untuk rakyat kecil.

Sebelumnya, Ngatinah bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan. Rumahnya berukuran 2,5 x 4 meter dengan dinding bambu berlubang. Ia tidur di kasur usang, mengambil air dari sungai yang jauh, dan tetap berusaha mandiri dengan bantuan tongkat kayu.

Bantuan ini bukan hanya memberi rasa aman bagi Ngatinah, tetapi juga menumbuhkan keyakinan masyarakat sekitar bahwa pemerintah benar-benar peduli pada warganya, terutama mereka yang hidup di garis paling rapuh.

“Setor Madu adalah cara kami mendekatkan pemerintah ke masyarakat. Tidak boleh ada warga Lumajang yang terabaikan, termasuk lansia yang hidup sendiri,” tegas Bunda Indah.

Kisah Ngatinah menjadi simbol penting bahwa pembangunan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga keberpihakan pada yang lemah. Dengan kepedulian itu, Lumajang meneguhkan komitmen membangun masyarakat yang inklusif dan berkeadilan sosial.

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

CCTV Rekam Detik-detik Tabrakan Dua Truk di Jalan Lumajang-Malang, Sopir Terlempar ke Parit

3 Juli 2026 - 23:14 WIB

14 SD, 9 KB/TK, dan 8 SMP di Lumajang Dapat Program Revitalisasi Kemendikdasmen

2 Juli 2026 - 13:15 WIB

Ketua DPC PDI Perjuangan Sebut Dana Insentif Guru Non-ASN di Lumajang Segera Cair

1 Juli 2026 - 14:03 WIB

Tidak Ada Lagu Indonesia Raya dalam Upacara HUT Bhayangkara ke-80 di Lumajang

1 Juli 2026 - 13:30 WIB

Wereng Pangkas Panen hingga 50 Persen, Pemkab Lumajang Malah Gelar Rapat Penanganan Monyet

1 Juli 2026 - 10:32 WIB

Usai Segoro Topeng Kaliwungu, Pemkab Lumajang Ajak Masyarakat Bersihkan Pantai Watu Pecak

29 Juni 2026 - 18:56 WIB

Trending di Daerah