Pangan Lokal Lumajang Siap Mendunia, Dorong Ekonomi dan Inovasi UMKM - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 20 Okt 2025 14:56 WIB ·

Pangan Lokal Lumajang Siap Mendunia, Dorong Ekonomi dan Inovasi UMKM


 Pangan Lokal Lumajang Siap Mendunia, Dorong Ekonomi dan Inovasi UMKM Perbesar

Lumajang, – Kabupaten Lumajang kembali menegaskan komitmennya dalam membangun ketahanan pangan berbasis potensi lokal.

Melalui strategi yang terintegrasi antara inovasi produk, penguatan UMKM, dan pembaruan regulasi, Lumajang tidak hanya fokus pada konsumsi sehat masyarakat, tetapi juga menjadikan pangan lokal sebagai lokomotif ekonomi baru yang siap bersaing di pasar nasional hingga global.

Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyusul capaian membanggakan daerahnya yang meraih peringkat ke-5 nasional dalam skor Pola Pangan Harapan (PPH).

Baca juga: Jaga Stabilitas Desa, Pemkab Lumajang Gulirkan Dana Dusun Rp50 Juta per Wilayah

“Ini adalah bukti bahwa kita mampu mewujudkan pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi, dan berbasis potensi lokal. Tapi lebih dari itu, kami ingin menunjukkan bahwa pangan lokal juga bisa jadi kekuatan ekonomi yang mendunia,” ujarnya, Senin (20/10/25).

PPH sendiri merupakan indikator penting dalam menilai kualitas dan keseimbangan konsumsi pangan masyarakat. Semakin tinggi skor PPH, semakin baik keragaman dan kualitas asupan gizi yang dikonsumsi masyarakat suatu daerah.

Baca juga: FDA AS Blokir Ekspor Cengkeh Indonesia, Pemerintah Tegaskan Pabrik Surabaya Aman

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Pemkab Lumajang kini tengah memperkuat gerakan Kembali ke Pangan Lokal (Si-Gempal).

Gerakan ini tak sekadar mengajak masyarakat mengurangi ketergantungan pada nasi, tetapi juga mendorong diversifikasi konsumsi berbasis sumber pangan lokal seperti umbi-umbian, jagung, hingga olahan pangan fungsional khas Lumajang.

“Kita ingin membiasakan masyarakat bahwa kenyang tidak harus nasi. Pangan lokal kita tidak kalah bergizi, dan jika dikembangkan, bisa menjadi produk unggulan yang bernilai jual tinggi,” ungkapnya.

Tak hanya berhenti di tingkat edukasi dan kampanye, Pemkab juga mengambil langkah konkret dengan menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD-P3BPSDL) dan menyesuaikan kebijakan daerah sesuai amanat Perpres Nomor 81 Tahun 2025 tentang Percepatan Pengembangan Pangan Lokal.

Melalui dukungan ini, pelaku UMKM di sektor pangan didorong untuk terus berinovasi menciptakan produk yang tak hanya bergizi, tetapi juga berdaya saing tinggi baik dari segi kemasan, cita rasa, hingga kelayakan ekspor.

“Kami ingin membuktikan bahwa bahan boleh lokal, tapi cita rasa bisa mendunia. Inilah cara kita menjaga ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru untuk rakyat,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jenazah Korban Banjir Bandang Ditemukan Nelayan di Muara Sungai

4 Februari 2026 - 16:33 WIB

Puluhan Warga Antre Adopsi Bayi yang Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:50 WIB

Bidan Ceritakan Detik-Detik Kelahiran Bayi yang Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:40 WIB

Ekonomi Diduga Jadi Alasan Bayi Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:31 WIB

Bayi Laki-laki Diperkirakan Berusia Dua Hari Ditemukan di Warung Gorengan Senduro

4 Februari 2026 - 10:30 WIB

Puluhan Rumah Rusak dan Dapur Ambruk, Banjir Bandang Terjang Jember

3 Februari 2026 - 15:39 WIB

Trending di Daerah