Hunian Layak dan Kesehatan Lansia Lumajang Penting - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 11 Sep 2025 14:06 WIB ·

Pemkab Lumajang Pastikan Lansia Rentan Dapat Hunian Layak dan Perawatan Kesehatan


 Pemkab Lumajang Pastikan Lansia Rentan Dapat Hunian Layak dan Perawatan Kesehatan Perbesar

Kepedulian sosial kembali ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Lumajang. Bupati Indah Amperawati (Bunda Indah) menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan warganya hidup dalam rumah tidak layak huni. Pesan itu ia sampaikan ketika mengunjungi kediaman Bu Ngasti’ah, seorang lansia berusia sekitar 70 tahun di Dusun Kebonan, Desa Kertosari, Kecamatan Pasrujambe, Selasa (9/9/2025).

“Kita tidak bisa membiarkan warga kita seperti ini. Ibu Ngasti’ah harus mendapatkan tempat tinggal yang layak sekaligus perhatian kesehatan yang lebih baik,” tegas Bunda Indah.

Potret Kehidupan Bu Ngasti’ah

Rumah Bu Ngasti’ah berdinding gedhek (anyaman bambu), beratap tambal sulam, dan berlantai semen seadanya. Hidup seorang diri di usia senjanya, ia tetap berusaha mandiri. Setiap pagi, ia menyapu halaman kecil, merebus air, lalu menikmati secangkir kopi manis di kursi bambu tuanya. Senyum tipisnya menyiratkan ketabahan meski hidup dalam keterbatasan.

Namun, di balik kesehariannya, Bu Ngasti’ah mengidap hipertensi dan kadar gula darahnya sangat tinggi, lebih dari 500 mg/dL. Kondisi ini berbahaya, tetapi ia menolak dirawat inap di puskesmas karena enggan meninggalkan rumahnya.
“Saya di sini saja,” ucapnya singkat.

Langkah Cepat Pemerintah Daerah

Menyikapi kondisi tersebut, Bunda Indah memastikan pemerintah segera turun tangan. Pemkab Lumajang akan merenovasi rumah Bu Ngasti’ah agar lebih layak, aman, dan nyaman. Selain itu, tenaga medis ditugaskan untuk memantau kesehatannya secara rutin, termasuk mengawasi pola makan dan kebiasaan minum kopi manis yang memperburuk kadar gula darahnya.
“Beliau tetap akan dipantau oleh tenaga kesehatan, karena kondisinya membutuhkan perhatian intensif,” tambahnya.

Pembangunan yang Menyentuh Kehidupan Dasar

Kunjungan ini menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur besar, tetapi juga menyentuh kebutuhan paling dasar warga: hak atas hunian layak, kesehatan, dan perhatian kemanusiaan.

Melalui langkah konkret ini, Pemkab Lumajang ingin menegaskan bahwa tidak ada warga yang dibiarkan sendirian menghadapi kesulitan. Bu Ngasti’ah adalah simbol bagaimana negara hadir untuk merawat yang rentan, sekaligus wujud nyata komitmen pembangunan inklusif yang berpihak pada semua lapisan masyarakat.

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Baru Masa Tanam, Sawah di Lumajang Keburu Diterjang Banjir

21 Mei 2026 - 12:54 WIB

Pemkab Lumajang Patroli Cek Pemasangan CCTV dan PJU di Sukodono

20 Mei 2026 - 01:13 WIB

Curah Hujan Tinggi Picu Luapan Sungai di Biting, Penanganan Dimulai Awal Juni

18 Mei 2026 - 15:55 WIB

Bupati Lumajang Ingatkan Kades Hati-hati Kelola Pemerintahan, Inspektorat Disebut Jadi Pisau Pengawasan

18 Mei 2026 - 12:52 WIB

Mengantar hingga Ujung Jalan, Keluarga Jemaah Haji Lumajang Lepas

17 Mei 2026 - 03:56 WIB

Jemaah Haji Risiko Tinggi asal Lumajang Diberangkatkan dengan Pendampingan Khusus

16 Mei 2026 - 18:05 WIB

Trending di Daerah