Ponpes Asy-Syarifiy Evaluasi Prosedur Keamanan Pasca Insiden Santri Minum HCL - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Daerah · 5 Okt 2025 11:14 WIB ·

Ponpes Asy-Syarifiy Evaluasi Prosedur Keamanan Pasca Insiden Santri Minum HCL


 Ponpes Asy-Syarifiy Evaluasi Prosedur Keamanan Pasca Insiden Santri Minum HCL Perbesar

Lumajang, – Pasca insiden meminum larutan Hydrochloric Acid (HCL) yang melibatkan tiga santri, Pondok Pesantren (Ponpes) Asy-Syarifiy 01 di Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, menyatakan telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keamanan bahan kimia dan pengawasan santri di lingkungan pondok.

Dewan Pembina Ponpes, Ahmad Syaifuddin Amin, menegaskan tidak ada unsur kelalaian dalam insiden tersebut. Cairan HCL yang digunakan oleh pelaku untuk menjahili teman-temannya disebut telah disimpan rapi di gudang tertutup dan jauh dari jangkauan santri umum.

“Kami ingin tegaskan bahwa HCL itu bukan diletakkan sembarangan. Itu disimpan dengan aman di gudang, karena digunakan untuk praktikum SMK. Namun, pelaku dengan sengaja mengambil cairan tersebut saat waktu kosong subuh,” kata Amin, Minggu (5/10/2025).

Baca juga: Strategi Pion dan Keheningan Danau, Turnamen Catur Lumajang Sajikan Dua Dunia Sekaligus

Peristiwa yang terjadi pada 10 Juli 2025 itu membuat tiga santri bernama Dewangga, Azril, dan Rama harus dilarikan ke rumah sakit. Korban Dewangga mengalami kondisi paling parah dengan keluhan penyumbatan saluran pencernaan akibat cairan berbahaya yang ditelan.

Ahmad Syaifuddin menjelaskan bahwa pelaku, seorang santri berinisial A, diduga mengambil larutan HCL secara diam-diam, lalu menuangkannya ke dalam botol bekas minuman bersoda. Botol tersebut kemudian diberikan kepada korban.

Baca juga: Partai Demokrat Surabaya Terpuruk di Pileg 2024, DPD Jatim Gelar Pendidikan Politik untuk Bangkit

“Air HCL itu dimasukkan ke botol soda bekas alumni. Sifatnya iseng, tapi sangat berbahaya. Kami sangat prihatin dan ini jadi pelajaran penting bagi kami semua,” tambahnya.

Pascakejadian, pihak pondok menyatakan telah memperketat pengawasan, termasuk memperkuat sistem keamanan di area-area yang menyimpan bahan kimia dan peralatan praktikum. Santri juga akan diberikan edukasi tambahan mengenai bahaya bahan kimia dan pentingnya menjaga keamanan lingkungan pendidikan.

“Kami juga akan adakan sosialisasi berkala, tidak hanya kepada santri tingkat SMK tapi juga kepada santri tingkat bawah, agar mereka tahu mana yang berbahaya dan tidak boleh diakses sembarangan,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lahan Makin Kering, Hasil Pisang Lumajang Turun hingga 40 Persen

4 Oktober 2026 - 08:01 WIB

1.974 Pengajuan Santunan Kematian di Lumajang, Mengapa 286 Masih Diproses?

2 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Terakhir Terlihat di Sekitar Makam, Warga Yosowilangun Diduga Tenggelam di Sungai Bondoyudo

1 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Dari 864.599 Rekam Dinamis KTP, Baru 44.975 Warga Lumajang Gunakan IKD

30 September 2026 - 12:05 WIB

1.600 Pengajuan Santunan Kematian di Lumajang, Berapa yang Lolos Verifikasi?

30 September 2026 - 11:50 WIB

Perbaikan Jalan Lumajang Mencapai Rp60 Miliar, Kok Bisa?

30 September 2026 - 08:41 WIB

Trending di Daerah