Puisi Merajut Doa, Sambut Tahun 2024, Karya Eliyah - Laman 2 dari 2 - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Hiburan · 27 Des 2023 11:04 WIB ·

Puisi Merajut Doa, Sambut Tahun 2024, Karya Eliyah


 Ilustrasi Photo Berbasis AI Tim Lensa Warta Perbesar

Ilustrasi Photo Berbasis AI Tim Lensa Warta

Bait kedua: Penulis menceritakan bahwa tahun ini banyak hal yang terjadi dalam hidupnya, baik yang menyenangkan maupun yang menyedihkan. Penulis menggambarkan hidupnya sebagai perjalanan yang rumit, terjal, dan berliku.

Bait ketiga: Penulis mengungkapkan harapannya di akhir tahun ini, yaitu agar kehidupannya menjadi lebih indah dan damai. Penulis berharap badai yang melanda hidupnya bisa berlalu dan digantikan oleh pelangi yang melambangkan kebahagiaan dan kesuksesan.

Ilustrasi Photo Berbasis AI Tim Lensa Warta

Ilustrasi Photo Berbasis AI Tim Lensa Warta

Bait keempat: Penulis mengucapkan terima kasih kepada bulan Desember, yang merupakan bulan terakhir di tahun ini. Penulis menganggap bulan ini sebagai pernak pernik warna hidup, yang berarti ada berbagai macam pengalaman dan peristiwa yang terjadi. Penulis menjadikan semua itu sebagai pembelajaran emas, yang berarti sangat berharga dan bermanfaat untuk masa depan.

Bait kelima: Penulis menatap tahun depan dengan optimis dan penuh semangat. Penulis berencana untuk merajut harap dan do’a, yang berarti mengusahakan dan memohon kepada Tuhan agar apa yang diinginkan bisa tercapai. Penulis berharap tahun depan penuh dengan keberkahan, asa, dan cita, yang berarti ada banyak hal baik, harapan, dan impian yang bisa direalisasikan.

Ilustrasi Photo Berbasis AI Tim Lensa Warta

Ilustrasi Photo Berbasis AI Tim Lensa Warta

Bait keenam: Penulis menutup puisi ini dengan berdoa kepada Tuhan. Penulis memohon agar bait-bait yang ditulisnya bisa terkabul. Penulis mengucapkan aamiin, yang berarti setuju dan percaya kepada do’anya.

Baca juga :

Karya Sastra – Palestina Masih Ada Karya : Farida Susanti

Artikel ini telah dibaca 183 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Agus Setiawan dan Ratih Damayanti Ajak Warga Jalan Santai, Doorprize Sepeda Listrik Menanti

20 Agustus 2026 - 11:51 WIB

Sedekah Desa Wonokerto Lumajang Hadirkan Jaran Kencak hingga Bantengan dan 5.000 Porsi Tape Ketan

16 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Tak Sekadar Buka Rekening, Bupati Lumajang Ingin Menabung Jadi Budaya Pelajar

11 Agustus 2026 - 15:48 WIB

Partilibur Caravan 2026 Hadir di Batu, 105 Penampil dan Konsep Festival yang Tak Biasa

10 Agustus 2026 - 12:32 WIB

Kuota Beasiswa Lumajang Direncanakan Maksimal 100 Mahasiswa

30 Juli 2026 - 15:53 WIB

20 Mahasiswa Gugur, Pemkab Lumajang Salurkan Beasiswa kepada 114 Penerima

30 Juli 2026 - 11:52 WIB

Trending di Pendidikan