Saat Sumur Mengering, Warga Lumajang Terpaksa Membeli Air Rp 160 Ribu - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Daerah · 11 Okt 2026 09:44 WIB ·

Saat Sumur Mengering, Warga Lumajang Terpaksa Membeli Air Rp 160 Ribu


 Saat Sumur Mengering, Warga Lumajang Terpaksa Membeli Air Rp 160 Ribu Perbesar

Lumajang, – Sumur yang mengering selama musim kemarau membuat warga Dusun Sebrang, Desa Bedayu Talang, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, harus mencari cara lain untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

Ketika bantuan belum tiba, sebagian warga terpaksa membeli air dari pedagang keliling dengan harga yang tidak murah.

Sulastri, salah seorang warga terdampak, mengatakan sumber air di sumur miliknya telah mengering total.

Kondisi itu membuat ia dan warga lainnya kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga selama empat bulan terakhir.

“Jadi susah, memang sudah kering dan air dari pet memang sudah tidak ada,” katanya, Minggu (11/10/2026).

Menurut Sulastri, air yang dibeli dari pedagang keliling dibanderol Rp 160 ribu untuk dua tungku air. Namun, ukuran tungku tersebut tidak besar sehingga air yang diperoleh tetap harus digunakan secara hemat.

“Kalau beli itu harganya Rp 160 ribu, untuk dua tungku air. Tapi tungkunya tidak besar,” katanya.

Di tengah keterbatasan itu, warga harus menentukan kebutuhan mana yang lebih dahulu dipenuhi. Air bersih diprioritaskan untuk memasak dan minum, sementara kebutuhan lain seperti mencuci pakaian menjadi lebih sulit dilakukan.

Sulastri mengaku hanya mandi sekali sehari karena harus menghemat persediaan air. Untuk mencuci pakaian, ia bahkan harus mengendarai sepeda motor menuju Desa Klanting, Kecamatan Sukodono, yang masih memiliki sumber air.

“Kalau mandi cuma sehari sekali, karena krisis air. Kecuali kalau wudhu, ya pakai air ini wes,” ucapnya.

Pada Kamis (8/10/2026), armada tangki air bersih milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang tiba di lokasi penyaluran di Dusun Sebrang. Warga berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk mendapatkan pasokan air.

Berdasarkan data BPBD Lumajang, sebanyak 384 jiwa di Desa Bedayu Talang terdampak langsung oleh kelangkaan air bersih. Selama sumur mengering, pasokan bantuan menjadi salah satu tumpuan warga untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Namun, persoalan kekeringan tidak berhenti pada kebutuhan rumah tangga. Sulastri mengatakan tanaman manggis, pisang, dan durian milik warga turut terdampak karena kekurangan air.

“Sekarang kan musim manggis dan duren, itu tidak jadi (buahnya). Karena sumber airnya sudah tidak ada,” tuturnya.

Krisis air bersih di Kabupaten Lumajang meluas ke sejumlah wilayah. Data BPBD mencatat 19.771 warga dari 6.064 kepala keluarga yang tersebar di 18 desa terdampak kekeringan.

Wilayah terdampak meliputi enam kecamatan, yakni Ranuyoso, Klakah, Padang, Gucialit, Senduro, dan Kedungjajang.

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang Isnugroho mengatakan pemerintah daerah telah mengajukan permintaan bantuan air bersih kepada pemerintah provinsi.

“Berkaitan waktu musim hujan cukup lama, Bupati Lumajang telah bersurat ke Gubernur Jawa Timur berkaitan permintaan bantuan air bersih,” kata Isnugroho.

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Karnaval Kandangtepus Lumajang Sajikan Tarian Tradisional dari Sabang hingga Merauke

10 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Bupati Sebut Bonus Asian Games, Emas Rp50 Juta dan Perunggu Rp30 Juta

9 Oktober 2026 - 13:51 WIB

Peringati HUT ke-54, Desa Jatigono Lumajang Gelar Pawai dan Grebeg Gunungan

9 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Truk Hino Tanpa STNK dan SIM Terlibat Kecelakaan di Candipuro Lumajang

8 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Wabup Lumajang Dorong Masjid Nurul Huda Jadi Pusat Pendidikan Al-Qur’an Anak

8 Oktober 2026 - 10:06 WIB

6 Km Jalan Bergelombang di Lumajang Ditangani, Nilai Kontrak Rp10,92 Miliar

8 Oktober 2026 - 08:48 WIB

Trending di Daerah