Sensasi Malam di Tumpak Selo: Inovasi Wisata Alam Petahunan yang Semakin Memikat - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 24 Mar 2025 14:40 WIB ·

Sensasi Malam di Tumpak Selo: Inovasi Wisata Alam Petahunan yang Semakin Memikat


 Sensasi Malam di Tumpak Selo: Inovasi Wisata Alam Petahunan yang Semakin Memikat Perbesar

Lensa Warta – Malam di Tumpak Selo, Desa Petahunan, kini berbeda. Wisatawan bisa merasakan pengalaman baru lewat konsep Tumpak Selo Ing Wengi.

– Di siang hari, ada mini tubing.
– Sekarang, saat malam, suasananya lebih hidup dan tenang.

Inisiatif ini berasal dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tirto Bening. Mereka ingin mengembangkan wisata yang berkelanjutan. Salah satu tambahan baru adalah kafe di area wisata. Kafe ini adalah tempat santai di malam hari. Suara aliran sungai menambah kenyamanan.

Muhammad Navin, Direktur BUMDes Tirta Arum, menyatakan bahwa kafe ini melengkapi fasilitas glamping yang sudah ada.

“Kami ingin wisatawan merasakan pengalaman menyeluruh. Tidak hanya siang hari. Kini mereka bisa menikmati malam yang damai, dengan fasilitas penginapan dan kuliner,” ucap Navin.

Di sini, ada enam unit glamping permanen. Masing-masing punya dua tempat tidur. Harganya terjangkau, mulai dari Rp150 ribu per malam. Wisatawan juga bisa memilih tenda dome untuk berkemah lebih dekat dengan alam.

Untuk menambah kenyamanan malam, ada fasilitas api unggun. Area wisata hampir dua hektare ini semakin lengkap. Pengunjung bisa memilih banyak aktivitas malam, seperti:

– Menikmati kopi di kafe.
– Bersantai di glamping.
– Menikmati hiburan seperti musik akustik, pesta barbeque, dan berburu kunang-kunang.

Rizky (27), salah seorang pengunjung, merasa senang dengan konsep baru ini. “Saya biasanya hanya datang untuk tubing. Sekarang, saya ingin menginap dan menikmati malam di sini,” ujarnya.

Kepala Desa Petahunan, Sutrisno, menekankan bahwa pengembangan wisata ini mendukung ekonomi desa. “Jumlah wisatawan yang meningkat membuka peluang usaha baru untuk warga kami,” kata Sutrisno.

Selain fokus pada ekonomi, pengelola juga menjaga lingkungan. Mereka mengelola limbah dengan baik dan menjaga kebersihan sungai yang jadi aset utama.

Pengunjung disarankan untuk reservasi sebelumnya, terutama saat akhir pekan.

Dengan Tumpak Selo Ing Wengi, wisata malam di Lumajang menawarkan nuansa baru. Keindahan alam, kenyamanan, dan pengalaman yang tak terlupakan menanti. Bagi pecinta alam dan petualangan, Tumpak Selo adalah pilihan tepat untuk akhir pekan yang berbeda.

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkot Surabaya Buka Pelatihan Tukang Bangunan, Warga Bisa Dapat Sertifikasi Resmi

5 Februari 2026 - 14:49 WIB

Tekan Kebocoran, Pajak Pasir Lumajang Kini Dibayar Langsung Lewat Bank

5 Februari 2026 - 14:32 WIB

Fisik Oplah Selesai, Sarana Penyedot Air Tak Ada, Program Belum Bisa Dimanfaatkan

5 Februari 2026 - 13:46 WIB

Petani Bangsalsari Ungkap Program Oplah Tak Tepat Sasaran, Kebutuhan Air Belum Terjawab

5 Februari 2026 - 13:40 WIB

Siswi MTsN Jadi Korban Peluru Nyasar

4 Februari 2026 - 21:35 WIB

Jenazah Korban Banjir Bandang Ditemukan Nelayan di Muara Sungai

4 Februari 2026 - 16:33 WIB

Trending di Daerah