Tak Cukup Tunggu Siswa Datang, Pemkab Lumajang Jemput Bola ke Desa-Desa - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Pendidikan · 31 Okt 2025 09:58 WIB ·

Tak Cukup Tunggu Siswa Datang, Pemkab Lumajang Jemput Bola ke Desa-Desa


 Tak Cukup Tunggu Siswa Datang, Pemkab Lumajang Jemput Bola ke Desa-Desa Perbesar

Lumajang, – Pemerintah Kabupaten Lumajang tak lagi menunggu warga datang untuk mendaftar sekolah.

Menyadari masih tingginya angka warga yang belum menamatkan pendidikan dasar, Bupati Lumajang Indah Amperawati memerintahkan jajarannya untuk jemput bola ke desa-desa, mencari langsung anak-anak dan warga dewasa yang belum sekolah atau putus sekolah.

Langkah proaktif ini merupakan bagian dari gerakan pendidikan menyeluruh yang diluncurkan Pemkab Lumajang untuk menekan angka putus sekolah dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut.

Baca juga:67 Persen Warga Lumajang Belum Tamat SMP, Tantangan Serius Dunia Pendidikan

“Kami tidak bisa menunggu. Dinas Pendidikan harus turun langsung ke desa-desa, cari anak-anak yang tidak sekolah, temui orang tuanya, dan pastikan mereka kembali belajar,” kata Indah, Jumat (31/10/2025).

Data terbaru Dispendukcapil Lumajang tahun 2025 mencatat, dari total penduduk 1.125.725 jiwa, terdapat 48.985 warga yang belum menamatkan SD, sementara jumlah anak usia 6–13 tahun hanya 96.402 orang.

Baca juga:Bupati Lumajang Gerakkan Program Kejar Paket untuk 48 Ribu Warga Tak Tamat SD

Artinya, ribuan warga dewasa masih belum memiliki ijazah dasar, sebuah kondisi yang menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Instruksi Bupati tersebut kini mulai dijalankan. Tim gabungan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) bersama perangkat desa mulai melakukan pendataan door to door di berbagai wilayah, terutama desa terpencil dan daerah pinggiran.

Untuk memastikan tidak ada alasan ekonomi yang menghalangi, Pemkab Lumajang bekerja sama dengan Baznas dan Forum CSR guna membantu perlengkapan belajar bagi siswa dari keluarga tidak mampu.

“Kami ingin pastikan, tidak ada lagi anak yang berhenti sekolah hanya karena tidak punya sepatu atau buku,” tegas Bupati Indah.

Gerakan jemput bola ini bukan hanya program pemerintah semata, tapi juga bentuk ajakan kepada masyarakat untuk bersama-sama peduli terhadap pendidikan di lingkungan sekitar.

“Ini tanggung jawab bersama. Pendidikan bukan hanya urusan sekolah, tapi masa depan Lumajang,” tuturnya.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sedekah Desa Wonokerto Lumajang Hadirkan Jaran Kencak hingga Bantengan dan 5.000 Porsi Tape Ketan

16 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Tak Sekadar Buka Rekening, Bupati Lumajang Ingin Menabung Jadi Budaya Pelajar

11 Agustus 2026 - 15:48 WIB

Kuota Beasiswa Lumajang Direncanakan Maksimal 100 Mahasiswa

30 Juli 2026 - 15:53 WIB

20 Mahasiswa Gugur, Pemkab Lumajang Salurkan Beasiswa kepada 114 Penerima

30 Juli 2026 - 11:52 WIB

Bupati Lumajang Wanti-wanti Sekolah Cegah Narkoba, Miras, dan Bullying

27 Juli 2026 - 11:29 WIB

Pemkab Lumajang Siapkan Beasiswa Rp6 Juta per Semester, Tambah Kuota 100 Mahasiswa

16 Juli 2026 - 10:33 WIB

Trending di Pendidikan