Tak Cukup Tunggu Siswa Datang, Pemkab Lumajang Jemput Bola ke Desa-Desa - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Arak-Arakan Becak Listrik Lansia Jadi Simbol Pembangunan Humanis Lumajang 100 Becak Listrik Hadiah Presiden: Napas Baru untuk Pengayuh Becak Lumajang yang Mulai Sepuh Transformasi Digital Tak Cukup dengan Infrastruktur: “Kuncinya Ada pada Pemanfaatan yang Efektif” Atlet Disabilitas Lumajang Bikin Sejarah: Sabet 3 Emas dan 1 Perak di Keparprov Jatim 2025 Cuaca Ekstrem Masih Mengancam, Pemerintah Perkuat Mitigasi Berbasis Informasi Resmi di Kawasan Lahar Semeru

Pendidikan · 31 Okt 2025 09:58 WIB ·

Tak Cukup Tunggu Siswa Datang, Pemkab Lumajang Jemput Bola ke Desa-Desa


 Tak Cukup Tunggu Siswa Datang, Pemkab Lumajang Jemput Bola ke Desa-Desa Perbesar

Lumajang, – Pemerintah Kabupaten Lumajang tak lagi menunggu warga datang untuk mendaftar sekolah.

Menyadari masih tingginya angka warga yang belum menamatkan pendidikan dasar, Bupati Lumajang Indah Amperawati memerintahkan jajarannya untuk jemput bola ke desa-desa, mencari langsung anak-anak dan warga dewasa yang belum sekolah atau putus sekolah.

Langkah proaktif ini merupakan bagian dari gerakan pendidikan menyeluruh yang diluncurkan Pemkab Lumajang untuk menekan angka putus sekolah dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut.

Baca juga:67 Persen Warga Lumajang Belum Tamat SMP, Tantangan Serius Dunia Pendidikan

“Kami tidak bisa menunggu. Dinas Pendidikan harus turun langsung ke desa-desa, cari anak-anak yang tidak sekolah, temui orang tuanya, dan pastikan mereka kembali belajar,” kata Indah, Jumat (31/10/2025).

Data terbaru Dispendukcapil Lumajang tahun 2025 mencatat, dari total penduduk 1.125.725 jiwa, terdapat 48.985 warga yang belum menamatkan SD, sementara jumlah anak usia 6–13 tahun hanya 96.402 orang.

Baca juga:Bupati Lumajang Gerakkan Program Kejar Paket untuk 48 Ribu Warga Tak Tamat SD

Artinya, ribuan warga dewasa masih belum memiliki ijazah dasar, sebuah kondisi yang menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Instruksi Bupati tersebut kini mulai dijalankan. Tim gabungan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) bersama perangkat desa mulai melakukan pendataan door to door di berbagai wilayah, terutama desa terpencil dan daerah pinggiran.

Untuk memastikan tidak ada alasan ekonomi yang menghalangi, Pemkab Lumajang bekerja sama dengan Baznas dan Forum CSR guna membantu perlengkapan belajar bagi siswa dari keluarga tidak mampu.

“Kami ingin pastikan, tidak ada lagi anak yang berhenti sekolah hanya karena tidak punya sepatu atau buku,” tegas Bupati Indah.

Gerakan jemput bola ini bukan hanya program pemerintah semata, tapi juga bentuk ajakan kepada masyarakat untuk bersama-sama peduli terhadap pendidikan di lingkungan sekitar.

“Ini tanggung jawab bersama. Pendidikan bukan hanya urusan sekolah, tapi masa depan Lumajang,” tuturnya.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Akses Masih Panas dan Berlumpur, Guru tak Bisa Menjangkau 46 Siswa Terdampak Lahar Semeru

10 Desember 2025 - 18:06 WIB

Pemkab Lumajang Hentikan Pembangunan Sekolah di Zona Merah

29 November 2025 - 13:34 WIB

Pendidikan Jadi Prioritas Pemkab Lumajang dalam Rehabilitasi Sosial Pascaaerupsi

27 November 2025 - 07:04 WIB

Bupati Lumajang Gerakkan Program Kejar Paket untuk 48 Ribu Warga Tak Tamat SD

31 Oktober 2025 - 09:51 WIB

67 Persen Warga Lumajang Belum Tamat SMP, Tantangan Serius Dunia Pendidikan

30 Oktober 2025 - 12:33 WIB

3 Segmen Anak Putus Sekolah Jadi Fokus: DO, LTM, dan BPB Capai 14.190 Anak di Lumajang

24 September 2025 - 14:53 WIB

Trending di Pendidikan