Teknologi Bailey Percepat Rekonstruksi Jembatan Curah Maling dan Curah Kebo di Lumajang - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung

Daerah · 12 Des 2025 14:23 WIB ·

Teknologi Bailey Percepat Rekonstruksi Jembatan Curah Maling dan Curah Kebo di Lumajang


 Teknologi Bailey Percepat Rekonstruksi Jembatan Curah Maling dan Curah Kebo di Lumajang Perbesar

Lumajang, – Pembangunan Jembatan Curah Maling dan Curah Kebo di Desa Kandangan, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, hampir selesai.

Proyek ini memanfaatkan teknologi jembatan bailey, rangka baja pra-fabrikasi yang portabel dan bisa dibongkar pasang, untuk mempercepat proses rekonstruksi setelah jembatan lama putus akibat hujan deras, banjir, dan longsor pada 19 September 2025.

Putusnya jembatan tersebut sempat mengganggu konektivitas antar kecamatan dan berdampak langsung pada mobilitas warga serta distribusi barang dan jasa. Untuk itu, pemerintah daerah memutuskan membangun ulang jembatan dengan metode yang lebih cepat, efisien, dan tetap aman secara struktural. Hingga 10 Desember 2025, progres pembangunan telah mencapai 78,27 persen.

Pekerjaan saat ini fokus pada penyelesaian fondasi dan beronjong-beronjong, tahap penting sebelum pemasangan rangka baja.

Gubernur Jawa Timur, Indar Parawansa, meninjau langsung lokasi pembangunan pada 12 Desember 2025. Ia memastikan proses berjalan sesuai rencana dan menargetkan jembatan siap digunakan pada 31 Desember 2025.

“Insya Allah, setelah rangka baja dipasang, jembatan ini dapat segera digunakan, dan konektivitas masyarakat di sektor ekonomi, distribusi barang, jasa, dan pendidikan kembali lancar,” kata Khofifah, Jumat (12/12/2025).

Menurutnya, penerapan jembatan bailey menjadi solusi cepat pasca-bencana alam, sekaligus menunjukkan bagaimana teknologi konstruksi modern dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat di wilayah terdampak.

“Lalu ini kan atasnya beli, beli itu kita pesan jadi, jadi yang biasanya butuh waktu itu fondasinya. Kemudian beronjong-beronjongnya. Jika kalian lihat, yang tadi itu beronjongnya kurang sedikit, lalu ini fondasinya selesai,” katanya.

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

CCTV Rekam Detik-detik Tabrakan Dua Truk di Jalan Lumajang-Malang, Sopir Terlempar ke Parit

3 Juli 2026 - 23:14 WIB

14 SD, 9 KB/TK, dan 8 SMP di Lumajang Dapat Program Revitalisasi Kemendikdasmen

2 Juli 2026 - 13:15 WIB

Ketua DPC PDI Perjuangan Sebut Dana Insentif Guru Non-ASN di Lumajang Segera Cair

1 Juli 2026 - 14:03 WIB

Tidak Ada Lagu Indonesia Raya dalam Upacara HUT Bhayangkara ke-80 di Lumajang

1 Juli 2026 - 13:30 WIB

Wereng Pangkas Panen hingga 50 Persen, Pemkab Lumajang Malah Gelar Rapat Penanganan Monyet

1 Juli 2026 - 10:32 WIB

Usai Segoro Topeng Kaliwungu, Pemkab Lumajang Ajak Masyarakat Bersihkan Pantai Watu Pecak

29 Juni 2026 - 18:56 WIB

Trending di Daerah