Laut Probolinggo Dikuasai Ubur-ubur, Fenomena apakah ini ? - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung

Ekonomi · 16 Mei 2025 12:37 WIB ·

Laut Probolinggo Dikuasai Ubur-ubur, Fenomena apakah ini ?


 Laut Probolinggo Dikuasai Ubur-ubur, Fenomena apakah ini ? Perbesar

Probolinggo – Fenomena tahunan kembali terjadi di pesisir Pelabuhan Mayangan dan Tanjung Tembaga, Kota Probolinggo, Jawa Timur. Jutaan ubur-ubur memenuhi permukaan laut selama lima hari berturut-turut, menarik perhatian masyarakat dan memengaruhi aktivitas warga sekitar.

Dipicu Suhu Hangat Laut dan Curah Hujan Tinggi

Kemunculan ubur-ubur yang dominan berwarna putih, disusul biru dan kecoklatan, terjadi sejak malam hujan deras mengguyur kawasan utara Probolinggo. Suhu laut yang menghangat dari pagi hingga sore memicu kenyamanan ekosistem bagi koloni ubur-ubur untuk naik ke permukaan.

Menurut keterangan warga pesisir, kemunculan ubur-ubur ini merupakan kejadian tahunan yang kerap terjadi pasca hujan lebat dan tidak dianggap aneh, meskipun menimbulkan dampak pada aktivitas manusia.

Dampak pada Nelayan dan Wisatawan

Rosi, salah satu pemancing lokal, mengaku kesulitan mendapatkan ikan saat ubur-ubur bermunculan. “Biasanya jam segini sudah dapat ikan. Karena ada ubur-ubur, jadi belum dapat,” ujarnya.

Sementara itu, Siti Nurbaya, warga dari Kecamatan Paiton, mengurungkan niatnya untuk berenang bersama keluarga. “Karena banyak ubur-ubur akhirnya nggak jadi. Takut gatal,” jelasnya.

Namun, tidak semua warga bersikap sama. Nanik Ismiati, warga lokal pesisir, menganggap fenomena ini sebagai hal biasa dan bahkan bagian dari terapi kesehatan. “Kami percaya mandi di laut itu menyehatkan,” ucapnya.

Aman, Tapi Tetap Waspada

Meski sebagian besar ubur-ubur yang muncul tidak berbahaya, beberapa jenis dengan bintik hitam bisa menimbulkan rasa gatal hingga iritasi, terutama bagi yang memiliki kulit sensitif.

Izam Rahardian, salah satu pengunjung muda, menilai keberadaan ubur-ubur justru membuat pengalaman berenang lebih menarik. “Tadi saya pegang, tidak gatal, hanya kenyal saja,” ujarnya santai.

Imbauan dari Petugas

Petugas pelabuhan dan pengelola wisata mengimbau masyarakat untuk tidak berenang di area yang padat ubur-ubur, dan menghindari kontak langsung dengan hewan laut ini. Meskipun sebagian besar aman, tetap diperlukan kehati-hatian untuk mencegah reaksi alergi atau infeksi.

Fenomena ini sekaligus menjadi pengingat betapa alam laut terus bergerak dinamis dan bagaimana masyarakat di pesisir menyesuaikan diri dengan fenomena-fenomena tahunan yang terjadi.

Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tarif Tetap, Pendapatan Naik: Kisah Ojek Kuda saat Ribuan Wisatawan Padati Watu Pecak

29 Juni 2026 - 19:14 WIB

Ribuan Pengunjung Segoro Topeng Kaliwungu Dongkrak Omzet UMKM hingga Rp 1,2 Juta Sehari

28 Juni 2026 - 22:44 WIB

B29: Negeri di Atas Awan yang Turun Kasta Jadi Wisata Puluhan Orang

19 Juni 2026 - 17:08 WIB

B29 Tak Kekurangan Pemandangan, yang Hilang Justru Pengunjung

19 Juni 2026 - 16:47 WIB

Workshop UMKM Ungkap Persoalan Lama CFD Lumajang, Lapak Jadi Sumber Konflik Pedagang

17 Juni 2026 - 16:00 WIB

Wisatawan Asing Capai 2.000 Orang, Tumpak Sewu Catat Rekor Kunjungan Saat Long Weekend

5 Juni 2026 - 11:29 WIB

Trending di Pariwisata