Warga Lumajang Terpaksa Terobos Banjir Lahar Demi Belanja Kebutuhan Pokok - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Nasional · 10 Sep 2025 16:12 WIB ·

Warga Lumajang Terpaksa Terobos Banjir Lahar Demi Belanja Kebutuhan Pokok


 Warga Lumajang Terpaksa Terobos Banjir Lahar Demi Belanja Kebutuhan Pokok Perbesar

Lumajang, – Banjir lahar dingin dari Gunung Semeru kembali melumpuhkan aktivitas warga. Aliran deras Sungai Regoyo membawa material batu, pasir, dan lumpur yang menutup akses jalan satu-satunya ke Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Rabu (10/9/25).

Akibatnya, 137 kepala keluarga (KK) yang bermukim di wilayah tersebut kini terisolasi total. Kendaraan tidak bisa melintas karena jembatan limpas yang menghubungkan dusun dengan desa lainnya terendam dan dipenuhi material lahar.

Satu-satunya cara warga untuk keluar dusun adalah dengan menyeberang aliran banjir secara manual, meski berisiko terseret arus.

Baca juga: Hujan Deras Picu Longsor di Piket Nol Lumajang, Waspadai Longsor Susulan

“Kalau mau belanja, ya harus jalan kaki menyeberang. Habis itu pinjam motor warga di seberang sungai buat lanjut ke pasar,” kata Arifin, salah satu warga terdampak.

Baca juga: Polrestabes Surabaya Gagalkan Peredaran 84,7 Kg Sabu dan 40 Ribu Ekstasi Jaringan Kalimantan-Jawa

Sejumlah warga lainnya juga menyampaikan keluhan serupa. Yuniarsih, ibu rumah tangga asal dusun tersebut mengaku khawatir setiap kali harus melintasi arus, namun tetap melakukannya karena kebutuhan dapur tak bisa ditunda.

“Jembatan ini satu-satunya akses kami. Kalau tidak lewat sini, kami tidak bisa belanja. Terpaksa nerobos banjir,” ujarnya.

Selain menyulitkan warga secara ekonomi dan sosial, banjir lahar ini juga berdampak pada sektor pendidikan. Beberapa sekolah di wilayah tersebut harus meliburkan aktivitas belajar mengajar, karena guru dan murid tidak bisa mencapai lokasi.

Sementara itu, data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menunjukkan bahwa banjir lahar yang terjadi memiliki amplitudo getaran hingga 10 milimeter, menandakan intensitas cukup tinggi dan berbahaya.

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ibu Rumah Tangga Lumajang: MBG Sangat Menyentuh Kehidupan Kami

22 Juni 2026 - 11:49 WIB

Ribuan Warga Lumajang Desak Evaluasi MBG, Bukan Penghentian Program

22 Juni 2026 - 11:11 WIB

Erupsi Semeru Disertai Awan Panas 4,5 Kilometer dan Kolom Abu 1.000 Meter

19 Juni 2026 - 11:13 WIB

Aliansi Mahasiswa menggugat, Enam Tuntutan Dibawa ke DPRD Lumajang

18 Juni 2026 - 15:12 WIB

Kenaikan Harga Pertamax Jadi Perhatian Warga Lumajang, Antrean Pertalite Mengular

11 Juni 2026 - 08:47 WIB

Pelemahan Rupiah Mulai Tekan Harga Kebutuhan Pokok di Lumajang

9 Juni 2026 - 15:22 WIB

Trending di Nasional