Warga Lumajang Terpaksa Terobos Banjir Lahar Demi Belanja Kebutuhan Pokok - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Nasional · 10 Sep 2025 16:12 WIB ·

Warga Lumajang Terpaksa Terobos Banjir Lahar Demi Belanja Kebutuhan Pokok


 Warga Lumajang Terpaksa Terobos Banjir Lahar Demi Belanja Kebutuhan Pokok Perbesar

Lumajang, – Banjir lahar dingin dari Gunung Semeru kembali melumpuhkan aktivitas warga. Aliran deras Sungai Regoyo membawa material batu, pasir, dan lumpur yang menutup akses jalan satu-satunya ke Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Rabu (10/9/25).

Akibatnya, 137 kepala keluarga (KK) yang bermukim di wilayah tersebut kini terisolasi total. Kendaraan tidak bisa melintas karena jembatan limpas yang menghubungkan dusun dengan desa lainnya terendam dan dipenuhi material lahar.

Satu-satunya cara warga untuk keluar dusun adalah dengan menyeberang aliran banjir secara manual, meski berisiko terseret arus.

Baca juga: Hujan Deras Picu Longsor di Piket Nol Lumajang, Waspadai Longsor Susulan

“Kalau mau belanja, ya harus jalan kaki menyeberang. Habis itu pinjam motor warga di seberang sungai buat lanjut ke pasar,” kata Arifin, salah satu warga terdampak.

Baca juga: Polrestabes Surabaya Gagalkan Peredaran 84,7 Kg Sabu dan 40 Ribu Ekstasi Jaringan Kalimantan-Jawa

Sejumlah warga lainnya juga menyampaikan keluhan serupa. Yuniarsih, ibu rumah tangga asal dusun tersebut mengaku khawatir setiap kali harus melintasi arus, namun tetap melakukannya karena kebutuhan dapur tak bisa ditunda.

“Jembatan ini satu-satunya akses kami. Kalau tidak lewat sini, kami tidak bisa belanja. Terpaksa nerobos banjir,” ujarnya.

Selain menyulitkan warga secara ekonomi dan sosial, banjir lahar ini juga berdampak pada sektor pendidikan. Beberapa sekolah di wilayah tersebut harus meliburkan aktivitas belajar mengajar, karena guru dan murid tidak bisa mencapai lokasi.

Sementara itu, data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menunjukkan bahwa banjir lahar yang terjadi memiliki amplitudo getaran hingga 10 milimeter, menandakan intensitas cukup tinggi dan berbahaya.

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pasokan Pertamax Lumajang 93,2 KL, Kebutuhan Hariannya 63,1 KL

19 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pencarian Rizky di Pesisir Lumajang Mengandalkan Informasi Nelayan dan Radio Komunitas

19 Oktober 2026 - 14:23 WIB

Wabup Lumajang Sebut Kejuaraan Motocross Jadi Sarana Promosi Potensi Daerah

19 Oktober 2026 - 08:22 WIB

Tim SAR Sisir Pantai Dampar hingga Wotgalih, Rizky Korban Kecelakaan Laut Belum Ditemukan

18 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Libatkan 150 Relawan, Gerindra Lumajang Tanam Bibit Buah dan Tanaman Keras

17 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Pemkab Lumajang Perpanjang WFH, Disdukcapil, Sekolah, dan Puskesmas Tetap Melayani

15 Oktober 2026 - 08:48 WIB

Trending di Nasional