Senduro Ditetapkan Jadi Desa Budaya, Jolen Jadi Identitas Tahunan - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 27 Jun 2025 17:51 WIB ·

Senduro Ditetapkan Jadi Desa Budaya, Jolen Jadi Identitas Tahunan


 Senduro Ditetapkan Jadi Desa Budaya, Jolen Jadi Identitas Tahunan Perbesar

Lumajang, – Pelestarian tradisi Jolen yang digelar setiap peringatan Satu Suro menjadi penanda kuat bahwa Desa Senduro layak menyandang predikat sebagai Desa Budaya di Kabupaten Lumajang.

Melalui kegiatan yang sarat nilai adat, spiritual, dan sosial ini, warga berkomitmen menjaga warisan leluhur sebagai bagian dari jati diri kolektif.

Ritual Jolen bukan hanya sekadar acara seremonial, tetapi telah menjadi identitas tahunan yang menegaskan karakter budaya masyarakat Sendoro.

Tradisi ini menyatukan semua lapisan warga, mulai dari anak-anak hingga tokoh adat, dari tingkat RT hingga lembaga desa, dalam satu semangat pelestarian budaya.

“Sendoro bukan hanya tempat tinggal, tapi pusat kebudayaan yang hidup. Tradisi Jolen membuktikan bahwa budaya masih kuat menjadi penyangga kehidupan sosial masyarakat,” kata Kepala Desa Senduro, Farid Rohman H, Jumat (27/6/25).

Rangkaian Jolen diawali dengan anjangsana ke sesepuh desa dan patilasan, dilanjutkan dengan bedah kerawang desa dan barian atau doa bersama di lima dusun, Desa Senduro.

“Puncaknya, sebanyak 43 gunungan, termasuk gunungan ingkung dan polo pendem, disiapkan oleh masyarakat sebagai simbol syukur atas berkah bumi Sinduro,” katanya.

Dengan filosofi amukti bumi senduro, Jolen menjadi wujud nyata rasa syukur atas hasil bumi, kesehatan, dan rezeki yang diperoleh masyarakat.

Lebih dari itu, kata dia, tradisi ini menjadi medium untuk mempererat kerukunan antarumat beragama dan menjaga kohesi sosial antarwarga.

“Desa Sendoro memiliki tanggung jawab budaya, tidak hanya untuk desa ini sendiri, tetapi juga untuk wilayah adat Tengger dan Kabupaten Lumajang secara keseluruhan,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Luka Bakar Hampir Seluruh Tubuh, Penambang Semeru Jadi Pengingat Risiko yang Sering Diabaikan

20 Juni 2026 - 14:14 WIB

PLN Tegaskan Pencurian Kabel Tak Terkait Pemadaman Bergilir di Lumajang

19 Juni 2026 - 20:54 WIB

Keindahan Tumpak Sewu Diubah Jadi Karya Batik Khas Lumajang

19 Juni 2026 - 10:45 WIB

Tanpa Pangkas Layanan, WFH Lumajang Justru Hemat Rp 464 Juta

19 Juni 2026 - 09:55 WIB

Tanah Sitaan Diduga Bersertifikat Baru, Dokter Kandungan Dilaporkan ke Polisi

16 Juni 2026 - 20:28 WIB

Grebek Tempe Wedok, Tradisi Satu Suro yang Menjaga Ekonomi Warga Labruk Kidul

15 Juni 2026 - 22:44 WIB

Trending di Daerah