Zona Merah Bikin Sepi Orderan, Ojol Lumajang Minta Perlindungan dan Kepastian - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Bisnis · 26 Sep 2025 13:35 WIB ·

Zona Merah Bikin Sepi Orderan, Ojol Lumajang Minta Perlindungan dan Kepastian


 Zona Merah Bikin Sepi Orderan, Ojol Lumajang Minta Perlindungan dan Kepastian Perbesar

Lumajang, – Ketika teknologi membuka akses kemudahan transportasi, sebagian pengemudi ojek online (ojol) di Lumajang justru harus bergelut dengan ketakutan dan pembatasan.

Dua titik vital mobilitas masyarakat, yaitu Terminal Minak Koncar di Kedungjajang dan Stasiun Lumajang (Stasiun Klakah), menjadi zona merah bagi pengemudi ojol untuk menjemput penumpang.

Penyebutan zona merah bukan berasal dari regulasi resmi pemerintah, melainkan dari tekanan lapangan oleh ojek pangkalan yang masih mendominasi dua kawasan tersebut. Di titik-titik itu, pengemudi ojol hanya diperbolehkan mengantar penumpang tidak boleh menjemput.

Baca juga: Hadiah Rp50 Juta, Daftar Gratis! Bupati Cup Catur 2025 Siap Ramaikan Lumajang

“Kalau kita antar penumpang ke sana boleh, tapi kalau ambil penumpang, langsung ditegur bahkan diminta uang ‘tilang’ oleh ojek pangkalan,” kata Imam, Ketua Paguyuban Ojek Online Lumajang, Jumat (26/9/25).

Pembatasan ini berdampak langsung pada penurunan jumlah orderan. Imam mengungkapkan, banyak pengemudi ojol kehilangan potensi pendapatan karena takut mengambil penumpang di zona merah. Bahkan, beberapa dari mereka pernah mengalami intimidasi hingga dipaksa menurunkan penumpang.

“Pernah kejadian, teman saya disuruh turunkan penumpang dan bayar Rp10.000 karena nekat jemput di terminal,” kisah Imam.

Baca juga: 12 Tahun Buron, Terpidana Korupsi Aset Pemkot Surabaya Ditangkap di Blitar

“Kalau di Stasiun Klakah, lebih ngeri lagi. Kita diikuti, diawasi, dan diarahkan menjauh. Serasa diburu,” lanjutnya.

Masalah ini tidak bisa dianggap sepele. Menurut Imam, zona merah bukan sekadar pembatasan operasional, melainkan ancaman serius terhadap penghasilan dan keberlangsungan hidup para pengemudi ojol yang mengandalkan aplikasi sebagai sumber utama nafkah harian.

Ditambah lagi, konsumen pun ikut dirugikan. Banyak pengguna jasa ojol, terutama yang datang dari luar kota, kesulitan mendapatkan transportasi lanjutan dari stasiun dan terminal. Angkutan umum pun tidak selalu tersedia atau sesuai dengan kebutuhan mereka.

Paguyuban ojek online berharap pemerintah daerah hadir memberi kepastian dan perlindungan, bukan hanya sebagai wasit, tapi juga sebagai penjamin keadilan. Imam dan rekan-rekannya mengusulkan adanya aturan yang mengakomodasi semua pihak, baik ojol maupun ojek pangkalan.

“Kita tidak minta mematikan ojek pangkalan. Yang kita mau hanya keadilan dan keamanan bekerja. Jangan sampai kami seperti tamu di kota sendiri,” jelasnya.

Menanggapi hal ini, Bupati Lumajang, Indah Amperawati atau sapaan akrabnya Bunda Indah menyatakan akan segera mengajak pengemudi ojol dan ojek pangkalan berdialog mencari titik temu.

“Saya rasa ini masalah yang banyak terjadi di kota lain juga. Tapi kita tidak bisa diam. Kita ingin segera duduk bersama dan cari solusi terbaik,” kata Bunda Indah.

Artikel ini telah dibaca 55 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Harga Sapi Besar di Lumajang Tembus Rp 30 Juta per Ekor

21 Mei 2026 - 13:07 WIB

Harga Pertamina Dex Naik, Pengusaha Pasir Lumajang Kelimpungan

7 Mei 2026 - 11:46 WIB

Ketika Gitar Tak Lagi Sekadar Alat Musik, Sentuhan Seni Bung Tiok Jadi Buruan Kolektor Dunia

3 Mei 2026 - 07:49 WIB

Berawal dari Botol Bekas, Arif Kini Panen 7 Kuintal Selada Setiap 40 Hari

23 April 2026 - 07:43 WIB

Halal Bihalal Kadin Lumajang–Sidoarjo, Pertanyakan Minimnya Kekompakan Pengusaha Lokal

11 April 2026 - 16:54 WIB

Tak Bisa Sajikan Teh Hangat, Pedagang Bakso di Lumajang Kehilangan Pelanggannya

10 April 2026 - 11:10 WIB

Trending di Bisnis