3 Segmen Anak Putus Sekolah Jadi Fokus: DO, LTM, dan BPB Capai 14.190 Anak di Lumajang - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Arak-Arakan Becak Listrik Lansia Jadi Simbol Pembangunan Humanis Lumajang 100 Becak Listrik Hadiah Presiden: Napas Baru untuk Pengayuh Becak Lumajang yang Mulai Sepuh Transformasi Digital Tak Cukup dengan Infrastruktur: “Kuncinya Ada pada Pemanfaatan yang Efektif” Atlet Disabilitas Lumajang Bikin Sejarah: Sabet 3 Emas dan 1 Perak di Keparprov Jatim 2025 Cuaca Ekstrem Masih Mengancam, Pemerintah Perkuat Mitigasi Berbasis Informasi Resmi di Kawasan Lahar Semeru

Pendidikan · 24 Sep 2025 14:53 WIB ·

3 Segmen Anak Putus Sekolah Jadi Fokus: DO, LTM, dan BPB Capai 14.190 Anak di Lumajang


 3 Segmen Anak Putus Sekolah Jadi Fokus: DO, LTM, dan BPB Capai 14.190 Anak di Lumajang Perbesar

Lumajang, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang terus memperkuat upaya penanganan anak tidak sekolah dengan menyasar tiga segmen utama, yaitu anak yang Drop Out (DO), Lulus Tapi Tidak Melanjutkan (LTM), serta anak yang Belum Pernah Bersekolah (BPB).

Berdasarkan data verifikasi dan validasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Lumajang, ketiga kelompok ini mencakup total 14.190 anak yang menjadi fokus utama dalam program pendidikan inklusif dan perlindungan anak.

Rinciannya, terdapat 3.561 anak dalam kategori Drop Out, di mana 1.851 anak telah terverifikasi, 1.142 anak masih dalam proses pendataan, dan 568 anak berhasil dikembalikan ke bangku sekolah. Untuk kategori LTM, dari 5.666 anak, 3.489 telah terverifikasi, 1.371 anak dalam proses pendataan, dan 806 anak sudah kembali melanjutkan pendidikan.

Sementara itu, pada kategori anak yang belum pernah bersekolah (BPB), jumlahnya mencapai 4.963 anak, dengan 1.585 anak telah terverifikasi, 1.301 anak dalam proses pendataan, dan 2.077 anak berhasil dimasukkan ke sistem pendidikan.

Kepala Bidang Perlindungan Anak dan Rehabilitasi Sosial Dinsos P3A Lumajang, Darno, menegaskan penanganan anak tidak sekolah tidak bisa dilakukan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan sinergi lintas sektor agar program berjalan efektif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Baca juga: Berawal dari Pesta Miras, Pemuda di Lumajang Dikeroyok Hingga Tak Sadarkan Diri

“Dinsos P3A sangat berkomitmen mencegah perkawinan anak dan membantu anak putus sekolah kembali bersekolah. Semua kebutuhan hidup sehari-hari mereka yang ingin kembali sekolah kami fasilitasi. Tapi yang terpenting adalah sinergi bersama semua pihak,” katanya, Rabu (24/9/25).

Guna mendukung efektivitas pendataan dan tindak lanjut, 198 desa dan 7 kelurahan di Lumajang telah diikutsertakan dalam aktivasi akun verifikasi dan validasi data (verval). Dari jumlah tersebut, 186 desa dan 7 kelurahan telah aktif, menandakan tingginya dukungan dari pemerintahan desa dalam menyukseskan program ini.

Baca juga: Harga Cabai di Surabaya Naik, Pemkot Sigap Jaga Kestabilan Harga Lewat Pengawasan dan Pasar Murah

Pendekatan yang digunakan dalam program ini bersifat humanis dan partisipatif. Anak-anak yang kembali ke sekolah tidak hanya diberikan bantuan pendidikan, tetapi juga difasilitasi dalam hal kebutuhan dasar, serta mendapat pendampingan psikologis jika diperlukan. Tujuannya, agar mereka merasa aman, diterima, dan termotivasi untuk kembali belajar.

Kolaborasi juga dilakukan melalui forum Focus Group Discussion (FGD) Genangutus Sekolah, yang mempertemukan pemerintah, aparat desa, guru, dan komunitas masyarakat untuk menyamakan persepsi dan strategi dalam menangani masalah putus sekolah secara holistik.

Tak hanya berfokus pada pendidikan, program ini juga berdampak pada penurunan angka perkawinan anak. Data dari Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama menunjukkan tren penurunan jumlah perkara dispensasi nikah di Pengadilan Agama Lumajang: dari 856 kasus pada 2022, menjadi 825 kasus pada 2023, dan menurun lagi menjadi 682 kasus pada 2024.

“Kesuksesan program ini bergantung pada kerja sama. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan masyarakat, guru, hingga desa sangat menentukan anak-anak bisa kembali ke bangku sekolah dan terhindar dari perkawinan dini,” tambah Darno.

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Akses Masih Panas dan Berlumpur, Guru tak Bisa Menjangkau 46 Siswa Terdampak Lahar Semeru

10 Desember 2025 - 18:06 WIB

Pemkab Lumajang Hentikan Pembangunan Sekolah di Zona Merah

29 November 2025 - 13:34 WIB

Pendidikan Jadi Prioritas Pemkab Lumajang dalam Rehabilitasi Sosial Pascaaerupsi

27 November 2025 - 07:04 WIB

Tak Cukup Tunggu Siswa Datang, Pemkab Lumajang Jemput Bola ke Desa-Desa

31 Oktober 2025 - 09:58 WIB

Bupati Lumajang Gerakkan Program Kejar Paket untuk 48 Ribu Warga Tak Tamat SD

31 Oktober 2025 - 09:51 WIB

67 Persen Warga Lumajang Belum Tamat SMP, Tantangan Serius Dunia Pendidikan

30 Oktober 2025 - 12:33 WIB

Trending di Pendidikan