Belum Selesai, Sudah Jebol, Proyek Bendungan Sungai Tanggal Jadi Cermin Lemahnya Akuntabilitas APBD - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 19 Jan 2026 16:27 WIB ·

Belum Selesai, Sudah Jebol, Proyek Bendungan Sungai Tanggal Jadi Cermin Lemahnya Akuntabilitas APBD


 Belum Selesai, Sudah Jebol, Proyek Bendungan Sungai Tanggal Jadi Cermin Lemahnya Akuntabilitas APBD Perbesar

Jember, – Proyek bendungan Sungai Tanggal di Kabupaten Jember menjadi potret buram tata kelola anggaran publik di Jawa Timur. Dengan nilai proyek mencapai Rp15,5 miliar dari APBD Jawa Timur 2025, bendungan yang seharusnya memperkuat pengendalian sumber daya air itu justru ambrol sebelum rampung dikerjakan.

Proyek yang berlokasi di perbatasan Desa Paseban, Kecamatan Kencong, dan Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas tersebut mengalami kerusakan serius akibat tergerus aliran sungai. Ironisnya, kerusakan terjadi ketika masa kontrak proyek belum berakhir, bahkan progres pekerjaan dinilai masih jauh dari selesai.

Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Satib, menyebut kondisi di lapangan menunjukkan kegagalan yang tidak bisa dianggap ringan. Selain bangunan yang jebol, bagian sisi kiri konstruksi juga belum dikerjakan secara tuntas.

“Kerusakannya cukup parah. Pekerjaan di sisi kiri belum selesai, ditambah perbaikan yang jebol. Dengan kondisi seperti ini, saya pesimistis bisa selesai dalam waktu tambahan,” kata Satib, Senin (19/1/2026).

Padahal, berdasarkan kontrak, proyek bendungan ini seharusnya rampung pada 31 Desember 2025. Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah memberikan toleransi tambahan waktu hingga 50 hari kerja, terhitung mulai 1 Januari sampai 19 Februari 2026, disertai denda keterlambatan per mil.

Fakta bahwa bendungan sudah mengalami kegagalan struktur sebelum selesai mengindikasikan lemahnya pengawasan teknis dan pengendalian mutu.

Hal ini diperkuat oleh pengakuan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur, Windari, yang menyebut hasil uji laboratorium menemukan adanya kerusakan pada struktur beton.

“Karena ada kerusakan, penyedia menyatakan sanggup memperbaiki dengan dikenakan denda,” kata Windari.

Meski Dinas PU SDA menyatakan akan memberikan kesempatan terakhir kepada kontraktor dengan batas maksimal 40 hari, langkah tersebut dinilai belum menjawab persoalan mendasar terkait pertanggungjawaban penggunaan uang rakyat. Apalagi, skema kesempatan kedua kerap kali berujung pada pembiaran kegagalan tanpa evaluasi menyeluruh.

“Kalau tetap tidak selesai, kontraktor akan di-blacklist dan sisa anggaran dikembalikan ke negara,” tegas Windari.

Artikel ini telah dibaca 109 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jabatan Kosong Tak Perlu Menunggu, Bunda Indah Dorong Pengisian Bertahap

18 September 2026 - 08:50 WIB

Dapat Amanah Baru, Bunda Indah Minta ASN Lumajang Tak Berhenti Belajar

18 September 2026 - 08:48 WIB

Bukan Sekadar Studi Banding, Bunda Indah Dorong ASN Lumajang Berani Meniru Inovasi yang Lebih Baik

18 September 2026 - 08:46 WIB

Bukan Cuma Hiburan, Bunda Indah Ingin Ponsel Jadi Jendela Pengetahuan di Ruang Publik Lumajang

18 September 2026 - 08:44 WIB

Bunda Indah Soroti Potensi Kebocoran Pendapatan, Minta Pemkab Lumajang Perkuat Sistem Digital

18 September 2026 - 08:41 WIB

Bunda Indah Bekali Pejabat Lumajang: Hadapi Masalah Satu per Satu, Jangan Takut Cari Solusi

18 September 2026 - 08:39 WIB

Trending di Daerah