Belum Kantongi BASD, Gedung Utama Pasar Agro Senduro Masih Menunggu Izin Operasi - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 3 Mar 2026 16:21 WIB ·

Belum Kantongi BASD, Gedung Utama Pasar Agro Senduro Masih Menunggu Izin Operasi


 Belum Kantongi BASD, Gedung Utama Pasar Agro Senduro Masih Menunggu Izin Operasi Perbesar

Lumajang, – Pasar Agro Senduro yang berada di Desa Senduro, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, hingga kini belum dapat difungsikan secara penuh. Gedung utama pasar tersebut masih menunggu terbitnya Bukti Administrasi Standar Daerah (BASD) dari kementerian terkait sebagai syarat administrasi operasional.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Lumajang, Muhammad Ridha, menjelaskan bahwa proses verifikasi BASD masih berjalan. Selama dokumen tersebut belum diterima, gedung besar pasar belum dapat dibuka untuk umum.

“Gedung besar ini memang belum bisa kita operasikan karena sampai saat ini kami belum menerima BASD. Sementara kios dan warung-warung sudah mulai berjualan, meski tidak semua pedagang yang memegang izin aktif,” ujar Ridha saat ditemui di kantornya, Selasa (3/3/2026).

Meski gedung utama belum difungsikan, aktivitas perdagangan di area pasar tetap berjalan secara parsial. Kios-kios depan dan warung di bagian belakang sudah ditempati pedagang sesuai zonasi yang telah ditetapkan. Pemerintah daerah melakukan penataan blok agar pasar lebih tertib dan memudahkan pengunjung dalam mencari kebutuhan.

Ridha menjelaskan, pembagian zonasi dilakukan dengan membagi kios depan ke dalam beberapa blok. Blok A diperuntukkan bagi agen perjalanan elektronik dan souvenir dengan delapan pedagang. Blok B diisi pedagang minuman seperti es, jus, dan olahan buah. Blok C khusus buah-buahan, sedangkan Blok D untuk sembako.

Sementara itu, Blok E hingga H digunakan sebagai warung bagian belakang. Di area ini terdapat pedagang pisang gantungan sebanyak 16 orang, pisang kirana enam pedagang, serta pisang biasa sebanyak 12 pedagang. Untuk pisang gantungan, aktivitas jual beli bahkan berlangsung hingga malam hari dan tidak hanya pada hari pasaran.

“Untuk pisang gantungan, para pedagang bahkan berjualan sampai malam, dan tidak hanya pada hari pasar. Mereka melayani pembeli sepanjang hari,” jelasnya.

Secara keseluruhan, jumlah pedagang di bagian belakang diperkirakan sekitar 50 orang, sedangkan kios depan sekitar 70 pedagang. Namun, Ridha menekankan bahwa data tersebut masih bersifat estimasi karena evaluasi izin dan keaktifan pedagang terus dilakukan.

Pihaknya juga berencana mencabut izin pedagang yang tidak aktif agar peluang usaha dapat diberikan kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau Koperasi Merah Putih dari desa terdekat. Langkah ini dilakukan agar pasar benar-benar menjadi pusat ekonomi lokal yang hidup dan produktif.

“Pasar ini bukan hanya soal kios atau gedung besar, tetapi bagaimana memanfaatkan potensi desa untuk ekonomi lokal. Kami ingin pasar ini jadi destinasi masyarakat dan wisatawan, sekaligus meningkatkan pendapatan warga sekitar,” ungkap Ridha.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PDI Perjuangan Dorong Solusi Aset Tak Terpakai Lewat Raperda Baru

6 Mei 2026 - 10:39 WIB

Optimalisasi Aset Daerah, DPRD Lumajang Targetkan PAD Meningkat

6 Mei 2026 - 10:31 WIB

PDI Perjuangan: Raperda GAKI Penting untuk Masa Depan Generasi Lumajang

6 Mei 2026 - 09:07 WIB

Fraksi PDI Perjuangan Dorong Perda GAKI, 40 Desa Mandiri Garam Jadi Dasar Penguatan

6 Mei 2026 - 08:34 WIB

Ratih Damayanti, Dorong Kesadaran Lingkungan Berbasis Keagamaan

5 Mei 2026 - 21:01 WIB

Bupati Lumajang Dorong Peran Organisasi Keagamaan Perkuat Ekonomi dan Sosial Umat

5 Mei 2026 - 19:01 WIB

Trending di Daerah