BPR Perkuat Akses Modal UMKM
Pemerintah Kabupaten Lumajang memperkuat peran lembaga keuangan lokal untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM. Langkah ini menjadi bagian dari strategi membangun ekonomi berbasis masyarakat.
Hal tersebut terlihat dalam kegiatan halalbihalal bersama PT BPR Sentral Arta Asia (SAA) dan PT BPR Arta Jaya di Alka Cafe & Resto, Jumat (17/4/2026).
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menilai BPR tidak hanya berfungsi sebagai lembaga perbankan. Keberadaannya menjadi bagian penting dalam menopang ekonomi rakyat di tingkat bawah.
“Peran BPR sangat penting dalam mendukung pelaku usaha kecil. Ekonomi kita bertumpu pada UMKM,” ujarnya.
Struktur ekonomi Lumajang yang didominasi sektor pertanian dan UMKM membuat akses permodalan menjadi faktor utama dalam menjaga pertumbuhan yang inklusif.
Ekonomi Tumbuh, UMKM Jadi Penopang
Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengapresiasi BPR Sentral Arta Asia yang telah beroperasi selama 24 tahun. Keberlanjutan ini menunjukkan ketahanan lembaga keuangan lokal dalam mendukung ekonomi daerah.
Data pemerintah menunjukkan pertumbuhan ekonomi Lumajang meningkat dari 4,2 persen pada awal 2025 menjadi 5,35 persen. Peningkatan ini didorong oleh aktivitas UMKM yang semakin berkembang.
Pergerakan ekonomi terlihat dari meningkatnya aktivitas pedagang kecil hingga usaha kuliner di berbagai wilayah. Dinamika ini menegaskan bahwa ekonomi kerakyatan menjadi fondasi utama daerah.
BPR SAA dan BPR Arta Jaya membantu pelaku usaha melalui skema pembiayaan yang lebih mudah dijangkau. Kehadiran mereka mempercepat perputaran ekonomi di tingkat lokal.
Kolaborasi Jadi Kunci Penguatan Ekonomi Rakyat
Pemerintah daerah mendorong BPR untuk menjangkau pelaku usaha yang belum terlayani perbankan konvensional. Pendekatan inklusif menjadi kunci agar ekonomi rakyat terus tumbuh.
Selain itu, penguatan tata kelola juga menjadi perhatian. Profesionalitas dan transparansi dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
Bupati juga menekankan pentingnya rasa memiliki terhadap lembaga keuangan daerah. Kemajuan BPR akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Kolaborasi antara pemerintah dan lembaga keuangan menjadi strategi utama dalam memperkuat ekonomi berbasis masyarakat. Sinergi ini tidak hanya membuka akses modal, tetapi juga menciptakan peluang usaha baru.
Di tengah tantangan ekonomi global, Lumajang mengandalkan UMKM sebagai penopang utama. Dukungan pembiayaan dari BPR memberi ruang bagi usaha kecil untuk berkembang.
Menutup kegiatan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi kepada BPR SAA dan Arta Jaya atas kontribusinya.
Dengan peran yang terus menguat, BPR tidak hanya menjadi penyedia layanan keuangan, tetapi juga motor penggerak ekonomi rakyat di Lumajang.
Tinggalkan Balasan