Pemkab Lumajang Aktifkan Kembali Siskamling
Pemerintah Kabupaten Lumajang terus memperkuat ketahanan sosial masyarakat melalui pengaktifan kembali sistem keamanan lingkungan atau siskamling di tingkat dusun dan desa.
Langkah tersebut tidak hanya bertujuan menjaga keamanan wilayah, tetapi juga menghidupkan kembali budaya gotong royong dan kepedulian sosial antarwarga.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengatakan keamanan lingkungan akan lebih kuat ketika masyarakat memiliki rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga wilayahnya.
Karena itu, pemerintah daerah mulai mengarahkan dana dusun untuk mendukung penguatan siskamling. Pemerintah juga menyiapkan bentuk penghargaan bagi anggota Linmas yang aktif menjaga keamanan lingkungan.
“Dana dusun dipastikan untuk menumbuhkan kembali dan mengaktifkan siskamling. Salah satunya dengan memberikan bentuk penghargaan kepada Linmas agar semangat menjaga lingkungan tetap tumbuh di masyarakat,” ujar Bunda Indah, Jumat malam (9/5/2026).
Siskamling Dinilai Perkuat Solidaritas Warga
Menurut Bunda Indah, ronda malam bukan sekadar kegiatan menjaga keamanan. Siskamling juga menjadi ruang sosial yang mampu mempererat hubungan antarwarga.
Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat, ruang kebersamaan seperti siskamling dinilai penting untuk menjaga solidaritas dan kepedulian sosial di lingkungan masyarakat.
“Yang ingin kita bangun bukan hanya keamanan wilayah, tetapi juga rasa kebersamaan dan kepedulian antarwarga,” katanya.
Ia menilai masyarakat yang saling mengenal dan peduli terhadap lingkungan akan membentuk ketahanan sosial secara alami.
Ronda Malam Jadi Langkah Preventif Keamanan
Penguatan siskamling juga menjadi langkah preventif yang melibatkan masyarakat secara langsung dalam menjaga stabilitas lingkungan.
Melalui ronda malam dan komunikasi antarwarga, masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan sekaligus memperkuat hubungan sosial.
Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap penguatan budaya siskamling dapat menjadi bagian dari pembangunan sosial yang partisipatif dan berkelanjutan.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa keamanan lingkungan tidak hanya dibangun melalui pengawasan, tetapi juga lewat gotong royong dan rasa saling menjaga di tengah masyarakat.
Tinggalkan Balasan