Lumajang, – Pemerintah Kabupaten Lumajang memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di wilayahnya masih dalam kondisi aman meski terjadi antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Masyarakat diminta tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi dapat berjalan normal dan merata.
Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan antrean yang terjadi dalam beberapa hari terakhir tidak menunjukkan adanya kelangkaan BBM. Menurut dia, peningkatan antrean lebih disebabkan oleh pergeseran pola konsumsi masyarakat dari BBM non-subsidi ke BBM subsidi.
Sebelumnya, kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax 92 mendorong sebagian konsumen beralih ke Pertalite. Kondisi tersebut menyebabkan permintaan BBM subsidi meningkat di sejumlah SPBU.
Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan, Pemerintah Kabupaten Lumajang telah berkoordinasi dengan Pertamina dan mengajukan penambahan kuota BBM subsidi agar pasokan tetap terjaga.
“Kita akan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi antrean panjang maupun peningkatan kebutuhan BBM agar masyarakat tetap terlayani dengan baik,” kata dia, Senin (15/6/2026).
Data Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Lumajang per Minggu malam, 14 Juni 2026, menunjukkan stok BBM di seluruh SPBU masih tersedia.
Pertalite tercatat sebanyak 259.835 liter, Pertamax 92 sebanyak 221.366 liter, Bio Solar 236.619 liter, Pertamax Turbo 61.725 liter, Pertamina Dex 64.825 liter, dan Dexlite 1.024 liter.
Indah menegaskan pemerintah daerah terus memantau perkembangan distribusi BBM untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Ia juga meminta warga tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena berpotensi mengganggu distribusi dan memicu kepanikan di tengah masyarakat.
“Sekarang masih belum langka dan mudah-mudahan tidak sampai langka. Intinya jangan panic buying, stok kita aman,” ucapnya.
Tinggalkan Balasan