Daun Cengkeh Gugur Jadi Penyelamat Ekonomi Warga Saat Kemarau - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Ekonomi · 27 Jul 2026 10:50 WIB ·

Daun Cengkeh Gugur Jadi Penyelamat Ekonomi Warga Saat Kemarau


 Daun Cengkeh Gugur Jadi Penyelamat Ekonomi Warga Saat Kemarau Perbesar

Lumajang, – Musim kemarau yang mengurangi aktivitas di sektor perkebunan justru menghadirkan peluang ekonomi baru bagi warga Desa Pundungsari, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang.

Daun cengkeh kering yang sebelumnya hanya menjadi serasah kini dipungut dan dijual seharga sekitar Rp2.700 per kilogram sebagai bahan baku minyak atsiri.

Salah seorang warga, Kang Adi, mengatakan mengumpulkan daun cengkeh menjadi pekerjaan alternatif ketika aktivitas di kebun mulai sepi akibat musim kemarau.

Menurut dia, penghasilan dari menjual daun kering cukup membantu memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.

“Di musim kemarau panjang seperti sekarang, tidak ada yang bisa dikerjakan di kebun. Daripada menganggur, lebih baik mengumpulkan daun cengkeh. Lumayan untuk menopang kebutuhan harian,” kata Kang Adi, Senin (27/7/2026).

Dalam satu karung berisi sekitar 15 kilogram daun cengkeh kering, warga dapat memperoleh sekitar Rp40.500. Nilainya memang tidak sebesar hasil panen cengkeh, namun cukup menjadi penyangga ekonomi masyarakat hingga musim hujan tiba.

Daun-daun tersebut selanjutnya dijual kepada pengepul maupun tempat penyulingan untuk diolah menjadi minyak daun cengkeh (clove leaf oil).

Minyak atsiri tersebut mengandung eugenol yang dimanfaatkan sebagai bahan baku industri farmasi, kosmetik, parfum, aromaterapi, antiseptik, hingga industri makanan dan rokok kretek.

Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketika Batik Lumajang Naik Panggung, Tradisi Bertemu Kreativitas Fashion

11 Oktober 2026 - 09:09 WIB

Kepala Desa Kandangtepus Sebut Karnaval Jadi Peluang bagi Pelaku UMKM

10 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Tak Perlu Tunggu Usaha Besar, UMKM Kerajinan Lumajang Dibekali Cara Memulai Ekspor

24 September 2026 - 09:04 WIB

Bukan Sekadar Turnamen, Percasi Lumajang Ingin Kejurprov Jadi Penggerak Sport Tourism

30 Agustus 2026 - 20:39 WIB

Percasi Lumajang Siapkan Kejurprov 2027, Target 1.000 Pecatur Ramaikan Kabupaten Lumajang

30 Agustus 2026 - 20:19 WIB

Karnaval Gucialit Dongkrak UMKM dan PKL, Kadin Lumajang Dorong Digelar Rutin

29 Agustus 2026 - 16:08 WIB

Trending di Daerah